Percepat Program Pensiun Dini, Bos Garuda Buka-Bukaan Alasannya

·Bacaan 1 menit

VIVA – Manajemen maskapai pelat merah Garuda Indonesia menjelaskan terkait program pensiun dini yang akan dilakukan perseroan. Langkah tersebut ditegaskan adalah keputusan yang berat, apalagi pelaksanaannya dipercepat.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menjabarkan, tahap awal penawaran program pensiun dini dipercepat bagi karyawan Garuda Indonesia yang memenuhi kriteria dan persyaratan keikutsertaan.

"Perlu kiranya kami sampaikan bahwa program pensiun dipercepat ini ditawarkan secara sukarela," ujar Irfan dikutip dari keterangannya, Sabtu, 22 Mei 2021.

Irfan pun menyampaikan alasan dipercepatnya program ini. Penawaran program ini dilakukan sejalan dengan upaya pemulihan kinerja usaha yang tengah dijalankan perusahaan.

Baca juga: Coba Terobos Mimbar Masjidil Haram, Pria Ini Dipiting Polisi Mekah

"Situasi pandemi yang masih terus berlangsung hingga saat ini, mengharuskan Perusahaan melakukan langkah penyesuaian aspek supply dan demand di tengah penurunan kinerja operasi imbas penurunan trafik penerbangan yang terjadi secara signifikan," tambahnya.

Lebih lanjut dia menegaskan, Garuda Indonesia memastikan bahwa seluruh hak pegawai yang akan mengambil program tersebut akan dipenuhi. Sesuai dengan ketentuan perundangan-undangan yang berlaku serta kebijakan perjanjian kerja yang disepakati antara karyawan dan Perusahaan.

"Terhadap karyawan yang telah memenuhi kriteria. Kebijakan ini menjadi penawaran terbaik yang dapat kami upayakan terhadap karyawan di tengah situasi pandemi saat ini. Yang tentunya senantiasa mengedepankan kepentingan bersama seluruh pihak, dalam hal ini karyawan maupun perusahaan," tegasnya.

Irfan berharap, Melalui program pensiun yang dipercepat tersebut kami berupaya untuk memberikan kesempatan kepada karyawan yang ingin merencanakan masa pensiun sebaik mungkin, khususnya bagi mereka yang memiliki prioritas lain di luar pekerjaan, maupun peluang karir lainnya di luar perusahaan.

"Ini merupakan langkah berat yang harus ditempuh Perusahaan. Namun opsi ini harus kami ambil untuk bertahan di tengah ketidakpastian situasi pemulihan kinerja industri penerbangan yang belum menunjukkan titik terangnya di masa pandemi COVID-19 ini,"tutupnya.