Percepat Tes Covid-19 di Daerah dengan RT-Lamp Saliva

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Peningkatan kasus positif COVID-19 di berbagai daerah di Indonesia mendorong pemerintah melalui Kementerian Kesehatan memperkuat pelaksanaan 3T yaitu Testing, Tracing dan Treatment.

Testing selain untuk skrining, juga sangat diperlukan untuk pelacakan atau tracing sehingga dapat ditemukan suspect dan kontak erat dari kasus terkonfirmasi. Mempercepat testing Covid-19, Kalbe pun meluncurkan pemeriksaan RT-LAMP Saliva.

Hari Nugroho, Head External Communication PT Kalbe Farma Tbk mengatakan metode RT- LAMP merupakan pemeriksaan biomolekuler masuk dalam tes NAAT (Nucleic Acid Amplification Test) dimana RT-PCR juga masuk dalam kategori yang sama.

“RT-LAMP Saliva bisa menjadi solusi dalam membantu pemerintah untuk memperluas cakupan tes terhadap virus SARS-CoV-2 khususnya di daerah-daerah yang tidak memiliki kapasitas mesin RT-PCR yang mencukupi,“ katanya dalam siaran pers yang diterima Fimela.com.

Metode ini tidak memerlukan fasilitas alat laboratorium yang mahal, cukup memerlukan water bath sebagai alat utama ditambah peralatan laboratorium standar lainnya seperti pipet, tabung, minicentrifuge, vortex mixer.

Retno Ambarwati, Direktur KalGen DNA, anak perusahan Kalbe yang memproduksi kit dari pemeriksaan RT-LAMP Saliva menyampaikan dibandingkan dengan pemeriksaan RT-PCR, pemeriksaan RT-LAMP Saliva juga termasuk dalam tes biomolekuler yang target pemeriksaannya adalah materi genetik virus SARS-CoV-2, dalam hal ini gen N yang sudah mendapat EUA (Emergency Use Authorization) dari WHO sebagai salah satu gen target yang bisa digunakan.

“Dengan mengidentifikasi gen N dari virus SARS-CoV-2, RT-LAMP Saliva dapat mengidentifikasi beberapa mutasi varian seperti Alpha, Beta, Gamma, Delta, dan beberapa varian mutasi virus lainnya,“ ujarnya.

Prinsip kerja RT-LAMP Saliva

ilustrasi covid-19/copyright by Jarun Ontakrai (Shutterstock)
ilustrasi covid-19/copyright by Jarun Ontakrai (Shutterstock)

Retno menambahkan perbandingan lainnya antara RT-PCR dan RT-LAMP Saliva antara lain, prinsip kerja pemeriksaan RT-PCR menggunakan beberapa setting suhu (non- isothermal) sedangkan RT-LAMP Saliva menggunakan suhu yang konstan (isothermal).

Waktu pengerjaan RT-PCR kurang lebih 240 menit sedangkan RT-LAMP Saliva kurang lebih 65 menit, hasil RT-PCR bersifat kuantitatif (ada nilai CT) sedangkan RT-LAMP Saliva bersifat kualitatif tanpa nilai CT rata-rata sensitivitas dan spesivitas RT PCR >95%- 100% sedangkan data terakhir RT-LAMP Saliva sensitivitas: 92,6% dan spesivisitas: 93,3%; pengambilan sampel RT-PCR memerlukan tenaga terlatih karena menggunakan swab sedangkan RT-LAMP Saliva dapat dilakukan pasien secara mandiri.

Perlu diperhatikan masyarakat adalah pemeriksaan RT-LAMP Saliva tetap membutuhkan perlakuan khusus terhadap sampel yaitu untuk memperbanyak materi genetik yang terdapat pada sampel dengan menggunakan reagen dan peralatan laboratorium standar, jadi RT-LAMP Saliva masih memerlukan laboratorium dalam uji sampelnya. RT-LAMP Saliva mendeteksi materi genetik virus sama seperti RT-PCR, bukan mendeteksi protein virus seperti rapid tes Antigen.

“Jadi pemeriksaan RT-LAMP tidak bisa dilakukan sendiri sehingga kit RT-LAMP Saliva tidak dijual bebas, termasuk di market place,” kata Retno, “Hanya laboratorium yang dapat membeli kit RT-LAMP Saliva ini,” lanjut Retno.

Kit RT-LAMP Saliva dengan merk ELVA Diagnostic SARS-CoV-2 Saliva Nucleic Acid Test didistribusikan oleh PT Enseval Medika Prima, salah satu anak perusahaan Kalbe.

“Kami berharap pemeriksaan RT-LAMP Saliva dapat membantu pemerintah mencapai target testing 400 ribu kasus per hari,“ tutup Hari.

#elevate women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel