Percepat Transformasi Digital, Indosat Ooredoo Hadirkan Layanan 4G LTE di 124 Desa Terpencil

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Peluncuran tersebut sebagai bagian dari komitmen untuk menggelar layanan di 645 desa terpencil pada tahun 2022 dalam mendukung program Pemerintah Indonesia untuk memenuhi cakupan 4G di seluruh tanah air.

Indosat Ooredoo terus melanjutkan jangkuan layanan 4G miliknya di 124 desa terpencil. Kali ini, bersamaan dengan Hari Bhakti Pos dan Telekomunikasi ke-76, Indosat Ooredoo meluncurkan site 4G baru di desa Ondo-Ondolu, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Sebagai informasi, penggelaran jaringan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan mendukung program pemerintah memenuhi cakupan 4G di seluruh Indonesia. Untuk itu, Indosat Ooredoo menargetkan menggelar layanan 4G di 645 desa terpencil pada hingga 2022.

Untuk diketahui, Kabupaten Banggai merupakan wilayah yang dikenal dengan sektor wisata bahari dan salah satu permata tersembunyi pariwisata di Indonesia Timur. Wilayah ini dikenal memiliki pantai yang mempesona dan pulau eksotis.

"Penambahan site baru 4G telah dilakukan sejak Agustus lalu dan akan terus menjangkau 645 desa terpencil hingga akhir 2022," tutur Director & Chief Strategy and Innovation Officer Indosat Ooredoo, Arief Musta'in, dalam keterangan resmi yang diterima, Kamis (30/9/2021).

Dia menjelaskan, "Melalui perluasan jaringan berkualitas video, yang diperkuat dengan berbagai produk dan layanan yang simpel, transparan, relevan, dan bebas khawatir, kami berharap dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat pedesaan secara berkelanjutan."

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Apresiasi Langkah Indosat Ooredoo

Dengan adanya layanan 4G Indosat Ooredoo di Desa Ondo-Ondolu, Bupata Banggai, Amiruddin Tamoreka menuturkan pihaknya sangat mengapreasiasi langkah menghadirkan layanan telekomunikasi di wilayah tersebut. Sebab, menurut Amiruddin, masyarakat Ondo-Ondolu sudah 37 tahun hidup tanpa mendapatkan sentuhan teknologi digital.

"Dan mulai hari ini, kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan layanan telekomunikasi dengan positif dan sebaik-baiknya, agar potensi desa dapat dimaksimalkan untuk kesejahteraan seluruh warga. Semoga ini menjadi langkah baik untuk percepatan pemerataan digital di daerah terpencil lain di Indonesia," tuturnya.

Selain di Ondo-Ondolu, Indosat Ooredoo juga telah memperluas site tambahan untuk mendukung kebutuhan penduduk desan akan koneksi internet kelas video di wilayah lain Kabupaten Banggai, seperti Desa Padang, Sinorang, dan Maleo Jaya.

Lalu, ada pula Desa Sumare dan Taan di Mamuju, Sulawesi Barat ditambah dengan Desa Pulo Kruet, Tanah Pilih dan Jadi Mulya di Sumatera Selatan.

Jaringan 4G/LTE Jangkau Daerah Lain

Sebagai informasi, Pemerintah Indonesia memang telah mengintensifkan pemenuhan cakupan 4G di seluruh Tanah Air dan berkoordinasi dengan operator seluler, termasuk Indosat Ooredoo. Ada 3.435 desa terpencil yang masih dalam kategori blank spot jaringan 4G, dan Indosat Ooredoo akan berkontribusi dalam penggelaran layanan di 645 desa.

"“Kami berterima kasih atas dukungan pihak-pihak yang telah membantu mewujudkan tambahan jangkauan layanan 4G/LTE Indosat Ooredoo di 124 desa untuk memberdayakan potensi masyarakat pedesaan di desa terpencil di seluruh Indonesia," tutur Arief.

Dia mengatakan, "Kehadiran teknologi digital akan membantu masyarakat setempat untuk terhubung dengan belahan dunia lain sehingga meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan mereka."

(Dam/Ysl)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel