Percepatan Vaksinasi Generasi Muda Jadi Kunci Pemulihan Ekonomi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Upaya percepatan vaksinasi menjadi kunci sebuah negara dalam penanganan pandemi Covid-19. Tidak hanya itu, vaksinasi juga menjadi game changer dalam pemulihan ekonomi.

Bahkan, vaksinasi menajadi kunci penting dalam upaya meningkatkan kepercayaan investor dan menjaga optimisme momentum pertumbuhan ekonomi nasional yang sempat babakbelur dihantam ganasnya pendemi virus Corona.

"Masuk perekonomian meskipun 2021 diproyeksi akan mengalami pemulihan yang cukup kuat dan akan terus di 2022 namun pemulihan ini tidak berjalan secara seragam. Negara-negara yang memilih akses vaksin, dia mendapatkan atau dia proyeksinya akan jauh lebih cepat pemulihannya," tegas Sri Mulyani, seperti ditulis Rabu (18/8/2021).

Namun, tanggungjawab mengejar percepatan proses vaksinasi tak bisa hanya dibebankan pada pemerintah semata. Wakil Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) sekaligus Ketua Vaksinasi COVID-19 DPP KNPI, Ryano Panjaitan Butuh keterlibatan berbagai pihak, termasuk peran generasi muda penerus bangsa agar upaya ini bisa berjalan lebih ucepat dan lebih luas.

Ia pun merespons positif langkah pemerintah di bawah komando Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk meningkatkan upaya tracing dan testing dengan menurunkan biaya tes PCR di kisaran Rp 450.000-550.000.

"Ini jelas sangat membntu masyarakat banyak saat akan memeriksakan diri tes PCR di fasilitas pemeriksaan COVID-19 yang tersedia," kata Ryano dalam keterangan tertulisnya, Rabu (18/8/2021)

Ia melanjutkan, sebagai salah satu pelaku usaha nasional, ia juga tergerak untuk mendukung upaya pemerintah mempercepat program vaksinasi nasional. Bekerja sama dengan KNPI dan Agung Logistc, Pemilik Sahabat Ryano ini berkomitmen menggelar vaksinasi yang menyasar masyarakat umum berusia di atas 12 tahun.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Syarat dan Ketentuan Vaksin

Paramedis memberikan suntikan vaksinasi kepada murid SMP di SMPN 11, Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (14/072021). Dinas Kesehatan Tangerang Selatan menggelar vaksinasi COVID-19 perdana, Rabu (14/7/2021) dengan  menargetkan 1.000 pelajar. (merdeka.com/Arie Basuki)
Paramedis memberikan suntikan vaksinasi kepada murid SMP di SMPN 11, Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (14/072021). Dinas Kesehatan Tangerang Selatan menggelar vaksinasi COVID-19 perdana, Rabu (14/7/2021) dengan menargetkan 1.000 pelajar. (merdeka.com/Arie Basuki)

Mengambil lokasi di jalan Cut Mutia Nomor 5, Menteng, Jakarta Pusat ini, ditargetkan ada sedikitnya 500 dosis vaksin per hari bisa disuntikkan atau sekitar 3.500 dosis vaksin dalam sepekan dari 18-24 Agustus 2021.

Adapun, prasyarat mengikuti kegiatan vaksinasi adalah:

- Berusia di atas 12 tahun

- Sehat dan lulus screening kesehatan dr dokter

- Menunjukan KTP/KIA (kartu identitas Anak), apabila tidak membawa keduanya diperbolehkan apabila dapat menunjukan fotocopy kk

- Melayani vaksinasi kedua ataupun pertama.

Bagaimana catatan administrasinya? Ryano mengatakan, data hasil kegiatan vaksinasi akan langsung tercatat di dalam sistem P-Care (Primary Care), sehingga langsung terintegrasi pada tabulasi dan dashboard komite penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional (KPC-PEN).

"Data yang telah diinput di dalam system P-Care akan terintegrasi di dalam aplikasi PeduliLindungi sehingga memudahkan peserta vaksin yang ingin melakukan pencetakan sertifikatnya secara mandiri dimanapun dan kapapun ybs membutuhkannya," imbuh Ryano.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel