Percepatan Vaksinasi, Pemkot Tangsel Minta Pemprov Banten Percepat Pendistribusian

·Bacaan 1 menit
Petugas kesehatan menyiapkan vaksin covid-19 untuk penerima vaksinasi di Gudang Darurat Nasional Palang Merah Indonesia, Jakarta, Kamis (15/7/2021). Vaksinasi yang menargetkan seribu peserta per hari diselenggarakan hingga 17 Juli 2021. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Kesehatan kini terus berusaha mengejar target vaksinasi bagi warganya untuk menciptakan kekebalan komunal, untuk perangi virus Covid-19.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Tangsel Tulus Muladiyono mengatakan, hingga 13 Juli 2021, jumlah warga yang telah divaksinasi baru mencapai 227 ribu orang.

Hal tersebut, salah satunya dipengaruhi dengan pendistribusian dosis vaksin yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Banten.

"Kalau dari sana, rata-rata kita dapat 3.000 sampai 5.000 dosis. Tapi, datangnya itu terkadang dua hari sekali," ujar Tulus kepada awak media, Jumat (16/7/2021).

Atas hal itu, pihaknya memutuskan untuk memberikan sejumlah prioritas bagi sejumlah golongan, seperti lansia dan pelayan publik. Misalnya, mengejar vaksinasi di zona merah, lalu bergerak terus hingga mencapai target 70 persen dari jumlah penduduk Kota Tangsel.

Gelar Vaksinasi Rutin

Dalam mengejar target vaksinasi tersebut, setiap harinya seluruh Puskesmas menggelar pelaksanaan vaksin secara rutin. Vaksinasi di Puskesmas tersebut memiliki target sebanyak 200 hingga 300 dosis per hari.

Untuk mengejar itu, dia meminta pihak Provinsi Banten untuk dapat memaksimalkan pendistribusian dosis vaksin.

"Sekali lagi, kami meminta agar distribusi vaksin dari Dinkes Provinsi Banten dimaksimalkan. Sehingga, rata-rata pemberian vaksin hingga 5000 per hari itu bisa tercapai," pungkas dia.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel