Perceraian di Karawang Meningkat, Sebagian Dipicu PHK akibat Pandemi

Merdeka.com - Merdeka.com - Pengadilan Agama Kabupaten Karawang mencatat angka perceraian dua tahun terakhir terus meningkat. Masa pandemi yang menyebabkan banyaknya PHK ditengarai menjadi penyebab dominan dari perpisahan pasangan suami istri.

Panitera Muda Hukum pada Pengadilan Agama Kabupaten Karawang Iskandar mengatakan pada tahun 2020 lalu terdapat 3.873 kasus perceraian di Karawang. Pada tahun 2021, angkanya meningkat menjadi 4.042 kasus.

"Dari tahun 2020 ke 2021 itu naik sekitar 5 persen kasusnya, dan dari 3.873 kasus perceraian pada tahun 2020, 65 persennya merupakan cerai gugat," katanya Jumat (17/6).

Pada 2021, 65 persen dari 4.042 kasus merupakan cerai gugat. Sisanya cerai talak.

Sementara kasus perceraian pada tahun ini, hingga Maret 2022, sudah mencapai 405 kasus. "Dari 405 kasus perceraian, 80 persen merupakan cerai gugat dan sisanya cerai talak. Dan untuk yang dikabulkan sebanyak 82 cerai talak dan 262 cerai gugat," ujarnya.

Terdampak Pandemi

Dia mengatakan, penyebab terbesar pada kasus perceraian tersebut dari faktor ekonomi juga perselisihan dan pertengkaran terus-menerus. "Karena saat masa pandemi, jadi terdampak, ada yang karena jadi korban PHK yang akhirnya tidak bisa menafkahi, ada yang berselisih terus dan akhirnya memutuskan untuk berpisah," jelasnya.

Menurut Iskandar , tidak semua kasus perceraian berakhir di meja persidangan. Ada beberapa kasus yang tidak sampai ke meja persidangan dan berujung berdamai.

"Karena Pengadilan Agama Kabupaten Karawang dalam hal ini, upaya penekanan, pemohon dan termohon untuk mengoptimalkan tahapan mediasi," ujarnya. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel