Perdana garap thriller, Riri Riza ungkap proses produksi "Paranoia"

·Bacaan 2 menit

Sutradara Riri Riza mengungkapkan proses produksi di balik film "Paranoia" yang menjadi film bergenre thriller pertama yang ia garap bersama produser Mira Lesmana dan Miles Films.

Riri Riza mengatakan, pandemi yang terjadi saat ini telah menjadi salah satu motivasi yang paling kuat baginya untuk menggarap "Paranoia".

"Semua irama hidup kita berubah. Banyak hal yang tidak kita mengerti dan melahirkan rasa takut, khawatir, dan tegang. Itulah kemudian kita berpikir dalam waktu singkat. Pendekatan ini sangat efektif dan mungkin dikerjakan dalam kondisi yang ketat di sebuah bubble," kata Riri Riza dalam jumpa pers virtual, Senin.

Riri Riza menceritakan, proses syuting dimulai pada November 2020 dan hanya dilakukan di satu tempat yang tertutup atau biasa disebut bubble, yang memungkinkan seluruh tim dapat berkomunikasi secara intensif.

Baca juga: Dua film Indonesia ditayangkan pada Pesta Raya Esplanade Singapura

Saat menyutradarai film "Paranoia" yang menjadi film thriller pertamanya, Riri Riza tak mau memandangnya sebagai sesuatu yang berat. Justru, dia mengaku banyak belajar saat memproduksi film tersebut.

"Saya banyak diskusi dengan produser, DOP, saya melihat lagi apa itu sudut pandang, karena di film ini yang paling penting adalah kita punya empat sudut pandang tokoh," ujarnya.

"Tentu saja ada hal-hal teknis baru seperti bagaimana menyiapkan diri untuk sequence action, bermain di ruangan yang lebih gelap, dan bagaimana agar editing bisa membangun ketegangan," lanjutnya.

Selain itu, kata Riri Riza, momen baru lain yang dia jalani selama proses produksi film "Paranoia" adalah koreografi.

"Banyak bagian yang kita harus bekerja dalam koreografi, dan itu kita bisa lakukan di luar jam syutingnya. Jadi selesai syuting kita bekerja lagi sama Lukman, Nicho, Nirina, untuk memikirkan pendekatan-pendekatan koreografi. Kita juga senang karena berkumpul dengan orang yang spiritnya sama," tutur Riri Riza.

Film "Paranoia" yang dibintangi Lukman Sardi, Nicholas Saputra, Nirina Zubir, dan Caitlin North-Lewis itu akan tayang di bioskop Indonesia pada 11 November 2021. Menjelang tayang, film tersebut masuk tiga nominasi untuk memperebutkan Piala Citra di Festival Film Indonesia 2021.

Sebelumnya, "Paranoia" telah melakukan world premiere di 25th Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN) yang berlangsung 8 hingga 18 Juli 2021 di Korea Selatan.

Baca juga: "Paranoia" tayang perdana 11 November 2021 di bioskop

Baca juga: Rilis trailer resmi, "Paranoia" perlihatkan adegan ketegangan

Baca juga: Film "Paranoia" Riri Riza tayang perdana di BIFAN 2021

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel