Perdana! Ilmuwan Berhasil Ciptakan Embrio antara Babi dan Manusia

Syahdan Nurdin, sentia971-104
·Bacaan 1 menit

<p>VIVA – Ilmuwan berhasil menciptakan sebuah embrio yang merupakan campuran dari babi dan manusia untuk pertama kalinya. Embrio tersebut terdiri dari 99,999 persen sel babi dan 0,001 persen sel manusia.

Keberhasilan ilmuwan tersebut di sambut gembira oleh ilmuwan lain yang bergerak dalam bidang genetika, kodekteran serta sel punca.

Meski demikian, sejumlah ilmuwan lain ada yang tidak sependapat. Mereka mengatakan mengenai etika dan dampak dari riset kontroversial itu.

Juan Carlos Izpisua Belmonte dari Salk Institute yang merupakan pemimpin dari riset itu mengatakan jika mereka embrio tersebut di buat dari teknik transplantasi sel punca. Sel-sel tersebut mengandung protein tinggi yang mampu berkembang menjadi berbagai jaringan yang dicangkokkan dalam embrio babi.

Dalam sebulan, para ilmuwan mengamati perkembangan sel tersebut dan menunjukkan jika teknik tersebut sangat tidak efisien. Embrio tersebut di kembangkan selama 1 bulan sebelum digugurkan.

Dari 2.075 embrio yang dicangkokkan, hanya 186 yang dapat berkembang baik hingga 28 hari.

"Ini pertama kalinya sel manusia terlihat berkembang dalam hewan berukuran besar," kata Belmonte seperti dikutip BBC.

Ada banyak potensi ketika sel manusia dapat berkembang pada sel hewan. Pertama manusia dapat mempelajari cara pengobatan penyakit. Kemudian manusia juga dapat mengembangbiakan embrio dengan meningkatkan pemahaman tentang abnormalitas saat perkembangan janin. Untuk yang lebih besar manusia dapat mengembangkan organ tertentu dalam tubuh hewan.

Para ilmuwan memang terus menerus untuk melakukan berbagai penelitian yang bermanfaat bagi manusia. Dan semoga saja akan ditemukan lebih banyak lagi penemuan-penemuan yang bermanfaat bagi manusia di waktu yang akan datang.