Dokter Ingatkan Bahaya Penggunaan Kosmetik Sembarangan

Surabaya (ANTARA) - Perhimpunan Dokter Estetika Indonesia (Perdesti) mengingatkan kepada masyarakat agar tidak menggunakan kosmetik sembarangan karena tergiur harga murah, padahal dari sisi keamanan tidak terjamin.

"Jangan sampai tergiur dengan kosmetik yang populer dengan harga sangat murah dan menjanjikan dapat menghaluskan atau memutihkan secara instan. Ini karena biasanya kosmetik itu mengandung senyawa mercury yang berbahaya untuk manusia," ujar Ketua Umum Perdesti Dr Teguh Tanuwidjaja ketika ditemui di sela kampanye kosmetik aman di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu.

Dalam kampanye tersebut, Perdesti membagi-bagikan ribuan kosmetik yang aman dan tidak mengandung bahan berbahaya kepada para pengguna jalan yang melintas. Ribuan masker juga dibagikan agar selama perjalanan tidak terkena polusi asap kendaraan.

Menurut dia, tujuan digelarnya kampanye ini selain memperingati hari jadi ke-5 Perdesti, juga untuk memberikan pendidikan dan pemahaman kepada masyarakat tentang keamanan mendapatkan pelayanan di bidang kedokteran estetika yang saat ini sudah berkembang pesat.

"Berbagai efek samping berbahaya maupun ringan yang mematikan telah dialami akibat ketidakmengertian masyarakat terhadap bahaya penggunaan maupun pelayanan. Apalagi ada yang tidak dilakukan oleh dokter, jelas ini sangat mengancam kesehatan, khususnya di bagian wajah," kata Teguh.

Oleh karena itu, lanjut dia, Perdesti merasa sangat perlu bertanggung jawab dengan cara mengingatkan masyarakat.

Pihaknya menugaskan seluruh anggota Perdesti terutama yang berdomisili kerja di daerah pelosok untuk terus memberikan edukasi sekaligis pelayanan yang benar kepada masyarakat di bidang estetika.

"Intinya, Perdesti akan menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan di bidang estetika sebagai bentuk partisipasi dalam pembangunan kesehatan yang bekerja sama dengan pemerintah," papar Teguh yang juga pimpinan "Asia Pacific Alliance in Aesthetic Medicine" tersebut.

Sementara itu, Humas Perdesti Dr Juli Karijati mengungkapkan, pihaknya juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak membeli produk kosmetika yang lewat masa kedaluarsanya.

"Amati kemasan dan tempat penyimpanan produk. Jangan membeli produk yang kemasannya rusak atau terpapar sinar matahari dalam waktu lama," tuturnya.

"Yang perlu diingat, harga boleh murah, tapi yang penting kandungannya tidak berbahaya untuk kulit," kata Juli menambahkan.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.