Perebutan Tiket Terakhir ke Liga 1 2022: 14 Pemain Sakit, PSIM Butuh Keajaiban Bisa Kalahkan Dewa United

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Bogor - Kondisi PSIM Yogyakarta sangat tak ideal saat meladeni Dewa United pada perebutan tiket terakhir promosi ke Liga 1 2022. Kekuatan tim Laskar Mataram sedang karut marut.

Diketahui, partai nanti bakal menjadi penentu satu tiket terakhir untuk promosi ke Liga 1 musim depan itu akan dilangsungkan di Stadion Pakansari, Bogor pada Kamis (29/12/2021) sore WIB.

PSIM Yogyakarta harus berlaga di laga perebutan juara ketiga setelah di babak semifinal mereka kalah 0-3 dari RANS Cilegon FC pada Senin (27/12/2021) lalu. Di hari yang sama, Dewa United juga kalah 1-2 dari Persis Solo.

Pelatih PSIM Seto Nurdiantoro mengungkapkan sepuluh pemainnya mengeluhkan sakit pada, Selasa (28/12/2021) malam.

"Tadi malam ada sekitar sepuluh pemain yang mengeluh sakit. Ada yang demam dan flu. Ini sempat membuat kami bingung. Akhirnya, kami legawa. Ini mungkin jalan dan ujian yang diberikan Tuhan kepada kami," kata Seto Nurdiyantoro saat jumpa pers, Rabu (29/12/2021).

Seperti di Semifinal

Pemain Rans Cilegon FC, Alfin Tuasalamony (kiri) berebut bola dengan pemain PSIM Yogyakarta, Sheva Maresca Amavisca dalam laga semifinal Liga 2 2021 di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (27/12/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Pemain Rans Cilegon FC, Alfin Tuasalamony (kiri) berebut bola dengan pemain PSIM Yogyakarta, Sheva Maresca Amavisca dalam laga semifinal Liga 2 2021 di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (27/12/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Keadaan ini makin membuat PSIM runyam. Sebelumnya, pada partai semifinal PSIM kontra RANS Cilegon FC, empat pilar utama PSIM absen karena cedera. Alhasil tim Laskar Mataram harus mengakui keunggulan RANS Cilegon FC 0-3.

"Jika melihat kondisi ini, hanya berharap keajaiban dari Tuhan, kami mampu mengalahkan Dewa United pada pertandingan besok. Dan, kami butuh keajaiban itu. Termasuk mukjizat empat yang cedera bisa pulih," ujarnya.

Keajaiban yang dimaksud mantan arsitek yang sukses membawa PSS promosi ke Liga 1 2018 adalah pulihnya kesehatan para pemain.

Kerja Keras dan Disiplin

Seto Nurdiyantoro resmi kembali melatih PSIM Yogyakarta. (Bola.com/Vincentius Atmaja)
Seto Nurdiyantoro resmi kembali melatih PSIM Yogyakarta. (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Karena kondisi kebugaran anak didiknya tidak prima, Seto Nurdiantoro pun meminta pengertian suporter PSIM. Pemenang dalam pertandingan nanti akan menyusul jejak RANS Cilegon FC dan Persis Solo yang sudah lebih dulu memastikan promosi ke kasta tertinggi.

"Saya minta tim medis PSIM bekerja keras dan pemain disiplin menjalankan nasihat dokter supaya sembuh serta bisa main lawan Dewa United," ucap Seto.

"Itu fakta yang kami sedang alami. Saya mohon pengertian para suporter. Kami akan tetap tampil ngotot demi tiket ke Liga 1. Jika nanti hasinya tak sesuai harapan kita bersama, saya mohon suporter PSIM menyadari kendala ini. Kami juga minta doa suporter, semoga ada keajaiban besok," tegasnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel