Perekam Saat Mandi Terdeteksi, Bobobox Siap Ambil Langkah Hukum

·Bacaan 2 menit

VIVA – Pelaku yang merekam secara diam-diam pengunjung hotel saat mandi, terdeteksi. Manajemen hotel Bobobox di Jakarta Pusat, bersama korban siap mengambil langkah hukum.

Pihak CEO Bobobox hotel memberi statement, setelah cuitan salah satu pengunjung di akun twitter @bukaniqbaalee yang dilecehkan karena direkam diam-diam saat mandi.

"Saya terhenyak dan geram ketika mendengar kabar bahwa di tengah momen seperti ini, salah satu Sahabat Bob harus mengalami kejadian yang sangat tidak manusiawi di salah satu cabang Bobobox," ujar Indra Gunawan, dari CEO Bobobox, dikutip dari akun twitter @BoboboxID, dikutip Jumat 14 Mei 2021.

Baca juga: Cerita Korban Direkam Diam-diam Saat Mandi di Hotel

Pihaknya juga tidak habis pikir, sampai ada orang seperti ini yang mengganggu ranah privat orang lain. Apalagi sampai melakukan aksi perekaman secara diam-diam tersebut.

Pihak Bobobox menyatakan, berterima kasih karena korban mau speak up dan melaporkan kejadian tersebut. Terduga pelaku, kini sudah diidentifikasi.

"Dengan bantuan seluruh sumber daya yang ada, kami melakukan investigasi internal dan berhasil mengidentifikasi terduga pelaku. Bersama dengan korban, kami siap maju bersama untuk menindaklanjuti hal ini," katanya.

Dia menegaskan, Bobobox ini dibangun untuk memberi rasa nyaman kepada pengunjung. Juga memberi rasa aman dalam memanfaatkan fasilitas yang ada. Terhadap peristiwa ini, pihaknya akan terus berbenah memperbaharui sarana fisik di seluruh cabang yang ada.

"Kami tidak ingin hal yang sama menimpa Sahabat Bob yang lain. Everyone deserves their privacy, and all of our costomers deserve our protection," katanya.

Sebelumnya Aksi perekaman diam-diam saat mandi, dialami salah satu pengunjung hotel kapsul yang berada di kawasan Jakarta Pusat. Pengalaman itu diceritakan korban melalui akun twitter @bukaniqbaalee dikutip Jumat 14 Mei 2021.

Pria pemilik akun tersebut mengaku kaget karena baru kali ini ia menjadi korban pelecehan seksual. Dia menjelaskan, pada 11 Mei 2021 ia memilih menginap di hotel kapsul. Lokasinya menurut dia, tidak jauh dari kantor sehingga dia bisa berjalan kaki keesokan harinya. Dia juga bisa mengerjakan tugas dengan lebih baik.

Dijelaskannya, dia menginap di Pod Nomor 51. Usai sahur, ia lanjut tidur dan terbangun sekitar pukul 09.00 WIB untuk melanjutkan mandi. Karena hotel kapsul, maka kamar mandi di luar. Ada blok kamar mandi untuk cowok.

Antara pukul 10-26 hingga 10-28 WIB, korban tersebut menyiapkan peralatan mandi, dan menuju kamar mandi yang masih selantai dengan kamarnya, di lantai 5 hotel tersebut.

Beberapa menit membasuh badan, dia mendengar ada suara langkah orang yang masuk ke lokasi mandi tersebut. Di sebelhnya masih ada tempat mandi untuk laki-laki. Karena berlantai granit, menurutnya kedengaran langkah kaki orang masuk. Dia mulai merasa kurang enak.

"Sekitar semenit dua menit gue dengerin terus itu suara gesekan sendal hotel sama lantai kok kaya yang bolak balik terus arah suaranya dari kanan terus ke kiri, terus balik kanan lagi sampai ada gue hitung 4 atau 5 kali. Dan disitu gue masih agak santai walaupun mulai panik dikit," tulisnya.