Perekonomian Indonesia Lemah Menjaga Keseimbangan Pertumbuhan

  • Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    TRIBUNnews.com
    Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    TRIBUNNEWS.COM - Sebagian besar uang gaji suami dikelola istri. Sialnya, mayoritas wanita tak punya pengetahuan pengelolaan keuangan yang bagus. …

  • Dahlan pasrah rencana penyerahan BTN ke Mandiri 'digagalkan' S …

    Dahlan pasrah rencana penyerahan BTN ke Mandiri 'digagalkan' S …

    Merdeka.com
    Dahlan pasrah rencana penyerahan BTN ke Mandiri 'digagalkan' S …

    MERDEKA.COM. Menteri BUMN Dahlan Iskan menyayangkan keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menginstruksikan untuk menunda rencana pelepasan saham pemerintah di Bank Tabungan Negara (BTN) untuk kemudian dialihkan ke Bank Mandiri. …

  • AP II ingin hadirkan kebun binatang di bandara Jambi

    AP II ingin hadirkan kebun binatang di bandara Jambi

    Merdeka.com
    AP II ingin hadirkan kebun binatang di bandara Jambi

    MERDEKA.COM. PT Angkasa Pura II bersiap mengembangkan bandar udara berkonsep kebun binatang di Sultan Thaha Syaifuddin, Jambi. Kementerian Perhubungan langsung mengkaji rencana itu, karena berkaitan dengan keselamatan penerbangan.Menteri Perhubungan Evert Erenst Mangindaan mengaku baru mendengar proposal AP II itu. Dia mempersilakan operator bandara berkreasi dengan konsep layanan penerbangan, asal keamanan terjamin. ... …

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur Bank Indonesian Darmin Nasution mencatat dari sejumlah kegemilangan yang dicapai di sektor ekonomi, Indonesia pun tak luput dari kelemahan yang sejak orde baru hingga kini masih terwarisi.

Menurutnya kelemahan perekonomian Indonesia sudah mulai terlihat pada akhir kuartal IV 2011. Yakni, kemampuan untuk menjaga keseimbangan pertumbuhan ekonomi internal dengan eksternal.

"Keseimbangan internal kita baik. Yaitu keseimbangan pertumbuhan dan inflasi. Keseimbangan eksternal yaitu keseimbangan neraca pembayaran ini yang lemah. Itu sudah ada sejak orde baru," ungkap Darmin Kompas100 Forum "CEO Bicara Kabinet Mendengar: Tumbuh Lebih Tinggi atau Stagnan" di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, Rabu (28/11/2012).

Lanjut mantan Dirjen Pajak Kementerian Keuangan ini, Indonesia sempat menghadapi ketidakseimbangan eksternal pada 2005 dan 2008 lalu. Itu disebabkan permintaan domestik tidak ditopang oleh alokasi sumber daya ekonomi secara efisien dan tepat sasaran.Karena itu, penting kiranya merekomposisi belanja fiskal agar lebih tepat sasaran. Terutama, guna mengatasi kesenjangan infrastruktur.

Menurutnya, benar bahwa struktur belanja fiskal yang mengendepankan subsidi dan belanja rutin menyumbang pada resiliensi permintaan domestik. Sehingga pertumbuhan ekonomi dapat dipertahankan stabil lagi merata di seluruh wilayah tanah air. Namun, distorsi harga yang ditimbulkannya telah mendorong konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berlebihan, yang berujung pada tekanan di neraca pembayaran.

Darmin mencontohkan, pembelajaran berharga yang pernah diperoleh saat krisis 2005 lalu. Pasalnya, keterlembatan dalam merespom akumulasi permasalahan berupa penundaan penyesuaian harga BBM berakibat pada penerapan kebijakan eksesif. "Ujungnya, inflasi menjulang tinggi hingga 17 persen dan daya beli masyarakat merosot tajam," kenangnya.

Karena itu, tegas dia, tahun ini, BI terus mengupayakan agar keseimbangan neraca pembayaran dapat dikelola dengan baik. Namun, kata dia, menjaga keseimbangan neraca bukan sekedar persoalan kebijakan suku bunga, bilai tukar atau makroprudensial.

Kata dia, secara fundamental dinamika neraca pembayaran lebih melekat pada persoalan bagaimana industri memiliki kemampuan yang berdaya saing, berdikari dalam mengembangkan kapasitas inovasi dan kesiapan teknologi. Pun, bagaimana sumber daya ekonomi dialokasikan secara efisien dan tepat sasaran. (*)

BACA JUGA:

  • Cadangan Tambang Indonesia Besar, Tapi Lemah ...
  • Fuji Xerox DocuPrint P455d Lindungi Data Bisn...
  • Dirut Merpati Salah Melapor Hatta Tak Datang ...


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...