Perekonomian Melemah Selama Pandemi, SPP Dibayar dengan Buah Kelapa

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Menempuh pendidikan menjadi salah satu kebutuhan setiap anak. Pendidikan sangatlah penting untuk menunjang masa depan anak. Banyak orangtua yang mempersiapkan dana sekolah yang dikhususkan untuk biaya pendidikan anak. Bagi orangtua pendidikan adalah yang paling utama, tetapi tak jarang kita menemui kondisi di mana beberapa anak tidak dapat menikmati pendidikan karena terkendala biaya.

Tingginya biaya pendidikan membuat sebagian orangtua merasa keberatan untuk membayar setiap tagihan dari sekolah. Kondisi ekonomi yang sulit membuat mereka harus kehilangan kesempatan untuk menikmati pendidikan. Tetapi beberapa sekolah mungkin telah memberikan keringanan kepada orangtua yang memiliki kondisi ekonomi yang sulit. Seperti kisah baru ini, salah satu sekolah di Bali memperbolehkan siswanya membayar iuran sekolah dengan menggunakan kelapa atau daun tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk membuat sabun. Hal ini dilakukan selama pandemi berlangsung yang membuat perekonomian keluarga mulai merosot.

Melansir dari foxnews.com (4/11), sebuah sekolah di Bali telah mengizinkan siswanya untuk membayar iuran sekolah mereka dengan kelapa karena kesulitan keuangan yang ditimbulkan oleh COVID-19. Akademi Pariwisata Venus One di Tegalalang, Bali, telah menawarkan keringanan kepada siswanya untuk menyicil pembayaran iuran.

Awalnya skema pembayaran SPP dicicil tiga kali, dengan angsuran pertama 50% (dari total), yang kedua 20% dan yang ketiga 30%, ujar direktur akademi, Wayan Pasek Adi Putra. Karena pandemi COVID-19 ini, pihak akademi menerapkan kebijakan yang fleksibel. Mereka memproduksi minyak kelapa murni, sehingga siswa dapat membayar SPP dengan membawa kelapa.

Salah Satu Sekolah di Bali Membuat Kebijakan untuk Membayar SPP

Ilustrasi/copyrightshutterstock/Tang Yan Song
Ilustrasi/copyrightshutterstock/Tang Yan Song

Pihak akademi melakukan ini dengan tujuan memberikan edukasi bagi siswa untuk mengoptimalkan sumber daya alam di sekitarnya. Ketika pandemi telah berakhir, mereka akan memasuki dunia perhotelan dengan keterampilan yang berbeda. Mereka mungkin akan menemukan pelanggan baru untuk menjadi reseller produk kelapa mereka.

Sekolah tersebut juga mengizinkan siswanya membayar iuran sekolah dengan daun kelor dan daun pegagan yang akan digunakan untuk memproduksi sabun herbal yang dapat dijual untuk mengumpulkan uang bagi akademik.

Hal ini dilakukan supaya para lulusan kembali ke alam, di mana mereka mampu mengolah kelapa menjadi minyak, daun kelor dan pegagan menjadi produk sabun herbal yang luar biasa yang sangat bermanfaat. Ketiga produk tersebut akan dikembangkan oleh lulusan sekolah tersebut sebagai produk yang menjanjikan di masa depan.

Sekolah yang didirikan pada tahun 2017 ini baru saja meluluskan angkatan ke tiganya minggu lalu ini menawarkan siswanya di industri perhotelan. Namun, para lulusan mungkin harus menunggu sedikit sebelum menerapkan pendidikan mereka karena pulau Bali masih ditutup untuk para wisatawan hingga akhir 2020.

Cek Video di Bawah Ini

#Changemaker