Perempuan Afghanistan Demo Tolak Perintah Taliban untuk Pakai Burka

Merdeka.com - Merdeka.com - Sejumlah perempuan Afghanistan turun ke jalan di ibu kota Kabul pada Selasa, demo menentang perintah terbaru Taliban yang mewajibkan perempuan memakai burka atau cadar.

Pemimpin Tertinggi Afghanistan dan pimpinan Taliban, Hibatullah Akhundzada menerbitkan dekrit pada akhir pekan kemarin, memerintahkan perempuan menutup wajah dan seluruh bagian tubuhnya dengan burka.

"Keadilan, keadilan!" teriak para demonstran, banyak yang tidak memakai cadar.

"Burka bukan hijab kami!" lanjut mereka, dikutip dari Al Arabiya, Rabu (11/5).

Pejuang Taliban menghentikan aksi para perempuan ini dan melarang wartawan meliputnya.

Dekrit terbaru Taliban ini yang juga memerintahkan perempuan tetap tinggal di rumah jika tidak ada kepentingan di luar rumah, menuai kecaman internasional.

"Kami ingin hidup sebagai manusia, bukan seperti hewan yang dikerangkeng dalam pojok rumah," kata salah seorang demonstran, Saira Sama Alimyar.

Dekrit tersebut juga memerintahkan pihak berwenang untuk memecat PNS perempuan yang tidak menaati perintah burka ini. PNS pria juga bisa dipecat jika istri maupun anak perempuan mereka tidak memakai burka.

Menurut beberapa ulama dan aktivis, burka tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam. Mereka menilai burka diperintahkan Taliban untuk menindas perempuan.

Setelah mengambil alih kekuasaan tahun lalu, Taliban berjanji akan menerapkan hukum syariah dengan versi yang lebih moderat, berbeda ketika mereka berkuasa pada 1996-2001. Namun Taliban melupakan janjinya dan sejumlah pembatasan diberlakukan. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel