Perempuan Argentina Menikahi Pria yang Divonis Membunuh Saudari Kembarnya

Jordana Divon | Daily Buzz

Ada perempuan yang suka dengan bad boy, lalu ada Edith Casas.

Perempuan Argentina berusia 22 tahun ini baru saja merayakan Hari Valentine dengan menikahi pria yang tengah menjalani hukuman penjara 13 tahun karena membunuh saudari kembarnya.

Setelah upacara sipil pernikahan di Pico Truncado, Argentina, polisi langsung menggiring si mempelai pria kembali ke sel penjaranya. Di luar gedung, ada kerumunan orang yang marah dan siap melempari pengantin baru ini dengan telur dan batu.

Seperti dilaporkan harian The Independent, Victor Cingolani, 28, dipenjara karena berperan dalam penembakan pada 2010 yang menyebabkan kematian Johana Casas. Model berusia 19 tahun itu ditemukan dengan dua luka tembak di kepala, tubuhnya kemudian dibuang di tempat pengumpulan sampah terdekat.

Marcos Diaz, pria teman serumah Casas, akan menghadapi sidang atas perannya dalam pembunuhan tersebut tahun ini.

Cingolani berkeras bahwa dia tak bersalah meski pengadilan memvonisnya "turut serta" dalam pembunuhan tersebut. Namun Edith Casas percaya pada suami barunya itu. "Saya akan menikah dengan pria yang saya cintai dan bukan dengan pria yang membunuh saudari perempuan saya," kata dia.

Peristiwa ini tentu tak membuat orangtua Casas bahagia. Mereka berusaha mencegah pernikahan itu dengan mengklaim bahwa mental Edith Casas tak stabil.

Uji psikologis Edith Casas tak menunjukkan indikasi "gangguan mental" dan pernikahan tersebut pun bisa berlanjut. "Buat saya, kedua anak saya sudah mati," kata ayah Edith dan Johana, Valentin Casas pada koran Clarin bulan Desember lalu. "Johana sudah bersama Tuhan dan Edith dengan iblis."

Sementara Cingolani sendiri berkata, "Saya tak menyangka pernikahan kami bisa memiliki begitu banyak tanggapan dari dunia internasional," pada reporter di luar gedung pengadilan, Minggu (17/2) lalu.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.