Perempuan China yang terobos Mar-a-Lago dihukum penjara enam bulan

(Reuters) - Seorang perempuan China, yang dibebaskan karena menerobos resor Mar-a-Lago milik Presiden Donald Trump di Florida, AS, dijatuhi hukuman enam bulan penjara pada Jumat (14/2) dengan tuduhan terpisah, yaitu melawan ketika ditahan.

Lu Jing, 56 tahun, menjadi warga negara China kedua yang ditangkap karena melakukan pelanggaran tahun lalu di resor tempat Trump sering berkunjung.

Penuntutannya diserahkan ke otoritas lokal, tidak ke federal, karena sang presiden tidak berada di sana pada 18 Desember ketika perempuan tersebut memasuki ke komplek itu dan mulai mengambil foto.

Juri pada Rabu (12/2) membebaskan Lu atas pelanggaran tersebut. Namun, Lu dihukum atas pelanggaran ringan setelah polisi mengatakan dia mengepalkan tangannya, menyilangkan tangan dan berteriak, "tidak, tidak, tidak" setelah ia ditangkap.

Hakim Palm Beach County Mark Eissey menjatuhkan hukuman enam bulan meskipun, menurut pembelaan, Lu hanyalah seorang turis yang benar-benar tak sengaja berbuat salah dan bahwa ia korban dari hambatan bahasa. Jaksa berpendapat Lu sebetulnya sudah memperhitungkan tindak tanduknya.

"Saya ini warga negara yang taat hukum," kata Lu kepada hakim melalui penerjemah bahasa Mandarin dalam persidangan, menurut South Florida Sun Sentinel. "Saya seorang perempuan China biasa. Saya tidak pernah berpikir saya akan berakhir di penjara."

Pada Maret tahun lalu, seorang warga negara China lainnya bernama Yujing Zhang melewati pos pemeriksaan awal Dinas Rahasia dengan mengaku-aku sebagai kerabat anggota resor.

Zhang, 33 tahun, dinyatakan bersalah di pengadilan distrik AS karena berbohong kepada seorang petugas federal dan masuk tanpa izin. Ia dihukum delapan bulan penjara.

Insiden itu menimbulkan kekhawatiran bahwa Zhang bisa menjadi ancaman intelijen. Namun, para pakar AS mengatakan kepada Reuters bahwa sulit untuk percaya bahwa dia adalah mata-mata profesional.

Lu, yang visanya telah kedaluwarsa, tetap ditahan sambil menunggu persidangan. Ia kemungkinan akan dideportasi setelah meninggalkan penjara.

Selama persidangan, Lu bersaksi bahwa saat berlibur dia menyewa pemandu wisata pribadi yang menunjukkan berbagai tempat menarik, termasuk resor presiden, menurut laporan Palm Beach Post. Lu mengatakan dia masuk ke properti itu dan mulai mengambil mengambil foto dengan ponsel.

Kepada juri, seorang penjaga keamanan mengatakan ia mencoba memberi tahu Lu bahwa dia tidak diizinkan masuk dan kemudian menggunakan isyarat gerakan setelah menyadari perempuan tersebut tidak berbicara bahasa Inggris, kata Post.

Perempuan itu pergi tetapi kemudian kembali ke properti melalui pintu masuk lain, katanya.

Lu bersaksi bahwa setelah pergi dari properti itu dia melanjutkan tur wisatanya. Polisi kota kemudian menangkapnya di kawasan perbelanjaan Palm Beach.


(Dilaporkan oleh Daniel Trotta; Disunting oleh Steve Orlofsky)