Perempuan di Bali Sempat Mengaku Dipukul dan Diculik, Ternyata Cuma Rekayasa

Merdeka.com - Merdeka.com - Seorang perempuan berinisial DAT (19), mengaku diculik dan dipaksa melakukan persetubuhan. Ternyata, perempuan itu merekayasa cerita. Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra menuturkan, korban merekayasa cerita, seakan-akan diculik dan akan diperkosa tiga orang pelaku.

"Betul, itu rekayasa yangbersangkutan. Untuk saat ini yangbersangkutan tidak kita tahan, kita masih melihat secara psikologis kejiwaannya. Yangbersangkutan dalam rumah tangga hidup di lingkungan yang keluarga kayaknya perlu kita perhatikan juga. Tapi, kita tetap dalami apa yang menjadi motivasinya. Karena alasannya dia takut pulang malam," kata AKBP Ranefli saat dihubungi Rabu (4/5) sore.

Dari pengakuan DAT, dia merekayasa cerita karena takut kepada suaminya dan keluarganya. Sebab saat itu DAT pulang sekitar pukul 03.00 Wita.

"Cerita itu rekayasa, karena dia ada keluar dengan rekan laki-lakinya dan sampai jam tiga pagi, sehingga takut pulang mencari cerita atau alasan, supaya suaminya tidak marah," imbuhnya.

Polisi juga memastikan soal tiga orang pelaku hanya fiktif. Tidak ada pelaku penculikan. Hanya dibuat-buat oleh DAT. Sebelumnya, kepolisian sempat mengamankan GA (23) yang dilaporkan oleh DAT karena dituduh sebagai pelaku. Namun, saat diinterogasi, rupanya hal itu juga rekayasa DAT dan GA yang ternyata teman kerja suami DAT. Pria berinisial GA itu akhirnya dilepaskan karena tidak terbukti sebagai pelaku penculikan.

"Karena itu rekayasa, itu (tiga pelaku) tidak ada semua. Jadi, dari awal dia sudah berubah-ubah karena merangkai cerita. Awalnya dia bilang tidak, semalam kita dalami lagi karena ada kejanggalan-kejangalan kok bisa tiga orang, satu orang ngapain, oh cuma satu orang katanya," ungkapnya.

Polisi sudah menaruh kecurigaan karena laporan dari korban yakni DATselalu berubah-ubah. Kecurigaan Polisi terbukti. DAT berbohong dan mengarang cerita.

Polisi meyakini DAT tidak mengalami gangguan jiwa. Hanya saja tetap perlu pendekatan psikologis karena DAT dari keluarga broken home dan selama ini dirawat oleh kakek tirinya.

"Bukan gangguan jiwa. Dia broken home dari kecil orang tuanya pisah, dia dibesarkan oleh kakek tirinya tapi nanti kita (periksa) dulu karena ada cerita yang belum fix yang kita ambil keterangannya. Tapi yang pasti, berita yang kemarin itu penculikan, tidak benar," ujarnya.

Rekayasa Cerita

Rekayasa peristiwa penculikan disebit-sebut terjadi di kawasan Beji Puseh, Desa Nyitdah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, pada Sabtu (30/4) sekitar pukul 15.00 Wita.

Dari keterangan DAT, saat itu sekitar pukul 15:00 Wita. Dia mengarang cerita sedang mencari buah pepaya yang akan dijadikan sayur. Kemudian, pelaku bernama GA (23) dengan dua temannya tiba-tiba membekap korban.

Selanjutnya, korban dibawa kedalam mobil dan diikat, mulut korban juga diikat pakai kain putih dan tangan diikat tali rapia serta kaki diikat dengan tali sapi. Lalu korban dibawa ke sebelah Taman Ayun Mengwi, dan korban dipaksa melakukan hubungan badan tetapi korban menolak.

Selanjutnya, karena para pelaku lelah untuk memaksa korban berhubungan badan, pada Minggu (1/5) sekitar pukul 03.00 pagi, korban diturunkan dalam keadaan kaki dan tangan terikat serta kain putih yang menutup mulut korban di TKP Desa Nyitdah. Selama satu hari tidak ada yang menemukan korban.

Kemudian Senin (2/5) sekitar pukul 13.00 Wita ditemukan oleh warga setempat dan menghubungi keluarga korban lalu melaporkannya ke Polsek Kediri. Untuk barang bukti kain putih untuk bekap mulut, tali rapia hitam untuk ikat tangan, tali sapi biru untuk ikat kaki. [noe]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel