Perempuan di Lebanon Rampok Bank dengan Pistol Mainan, Alasannya Bikin Haru

Merdeka.com - Merdeka.com - Seorang perempuan merampok sebuah bank di Beirut, Lebanon dan mengacungkan pistol mainan saat menjalankan aksinya. Perempuan tersebut berhasil mengantongi ribuan dolar dalam aksinya. Uang itu digunakan untuk biaya berobat saudaranya yang sakit kanker.

Sali Hafiz melakukan siaran langsung di Facebook saat menyerbu Blom Bank di Beirut. Dia terdengar berteriak kepada karyawan bank agar memberinya sejumlah uang, sementara pintu masuk ke bank ditutup.

"Saya Sali Hafiz, saya datang hari ini untuk mengambil tabungan saudara saya yang sedang sekarat di rumah sakit," ujarnya dalam video tersebut, dikutip dari AFP, Kamis (15/9).

"Saya tidak datang untuk membunuh siapapun atau memulai tembakan, saya datang untuk mengambil hak saya."

Dalam wawancara dengan salah satu lembaga penyiaran setelah beraksi, Sali Hafiz mengatakan dia berusaha menarik uang tabungan keluarganya sebesar USD13.000 atau Rp193 juta dari total USD20.000 atau Rp297 juta.

Biaya pengobatan saudaranya sebesar USD50.000 atau Rp744 juta.

Koresponden AFP di TKP mengatakan bensin dituangkan di dalam bank saat Sali menjalankan aksinya yang berlangsung sekitar satu jam. Sali mengaku menggunakan pistol mainan keponakannya untuk beraksi.

Dia lalu melarikan diri melalui jendela yang dipecahkan di belakang bank sebelum polisi tiba. Menurut kerabatnya, dia masih melarikan diri, sedangkan badan keamanan masyarakat Lebanon membantah rumor yang menyebut Sali melarikan diri ke luar negeri.

Aksi Sali Hafiz ini justru menuai pujian dan dianggap sebagai pahlawan, karena banyak orang di Lebanon yang sulit mengakses atau menarik tabungan mereka dari bank di mana mereka menuduh ada kartel korup dalam sektor perbankan.

"Terima kasih," tulis salah seorang pengguna Twitter.

"Dua pekan lalu saya menangis di Blom Bank. Saya butuh uang untuk operasi. Saya terlalu lemah untuk mengacungkan senjata dan mengambil milik (uang) saya."

Lebanon dihantam krisis ekonomi terburuk sejak 2019. Nilai mata uangnya anjlok lenih dari 90 persen di pasar gelap, sementara angka kemiskinan dan pengangguran meningkat. [pan]