"Perempuan di Rumah Bercahaya Emas", kisah inspiratif Esra Manurung

·Bacaan 2 menit

Perempuan inspirator Esra Manurung siap membagikan perjalanan hidupnya dari seorang anak miskin hingga menjadi enterpreuner ke dalam buku "Perempuan di Rumah Bercahaya Emas".

Esra Manurung yang juga merupakan founder Yayasan Maharani Kirana Pertiwi (MKP) menyampaikan, "Perempuan di Rumah Bercahaya Emas" adalah buku keduanya yang diterbitkan tahun lalu tetapi baru diluncurkan pada 2022.

"Buku ini sebagai inspirasi untuk para ibu yang ingin membesarkan anak-anak yang berguna bagi sesama dan bertaqwa, khususnya bagi para perempuan yang bekerja. Melalui buku ini saya juga ingin mengajak untuk membangun rumah kita yang sejahtera, sebagai cara untuk ikut membangun bangsa," ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Baca juga: Indonesia dorong monitor capaian keterwakilan perempuan di G20 Empower

Pada 2015, Esra menerbitkan buku berjudul "Selling With Attitude" yang menjadi buku best seller di dunia bisnis dan terjual dalam dua bahasa hingga cetakan kelima.

"Dengan tidak menyerah dalam membangun keluarga, apapun tantangan yang dihadapi, maka kita sudah ikut membangun fondasi bangsa yang sejahtera. Dan seandainya memungkinkan buku adalah cara untuk terus berbicara tanpa batas waktu dan geografi,” ujar ibu empat putra remaja ini, yang tengah mempersiapkan buku selanjutnya tentang kepemimpinan dan penjualan.

Perjalan hidup Esra dari seorang anak miskin yang ditinggalkan kedua orang tuanya di masa remaja, mengasuh lima orang adik dan mencari nafkah buat menyambung hidup di usia belia, mengejar impian menjadi pekerja yang tidak membawanya ke posisi kaya, dan akhirnya menjadi seorang profesional sekaligus entrepreneur yang sudah menjelajahi lebih dari 50 negara di dunia.

Kisah hidup Esra Manurung yang menginspirasi ini akan diangkat ke layar lebar dan direncanakan tayang di akhir 2022.

Pada kesempatan itu Esra menyampaikan dalam rangkaian memperingati Hari Kartini tahun 2022, para perempuan dari Rumah Maharani yang dibangun Yayasan Maharani Kirana Pertiwi (MKP) mengadakan acara berbagi "sembako mindset" untuk para perempuan marginal di beberapa lokasi.

Kegiatan ini diadakan sepanjang bulan April di lokasi Gerobak Baca Maharani (GBM) yang ada di Citayam Depok, kampung nelayan Cilincing Jakarta Utara, desa Tangguntiti, Tabanan Bali serta di desa Tuktuk dan desa Tomok, Sumatra Utara.

Dalam momentum Hari Kartini tahun 2022, para relawan Maharani mengumpulkan para ibu di sekitar lokasi GBM untuk berbagi semangat dan inspirasi. Terutama di momen usai pandemi.

Menurut Esra Manurung para perempuan yang tergabung di MKP melakukan kegiatan ini sebagai bentuk memberi kembali.

Putu Anggreni, Chairman Rumah Maharani menambahkan pihaknya ingin para perempuan Indonesia kembali bercahaya, seperti judul buku yang ditulis Kartini, "Habis Gelap Terbitlah Terang" usai masa penuh tantangan pandemi Covid 19.

Baca juga: Pesan Jessica Mila untuk para perempuan

Baca juga: B20 Indonesia dorong perusahaan laporkan indikator gender

Baca juga: Rutgers Indonesia fokus meningkatkan HKSR perempuan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel