Perempuan India Minta Ginjalnya yang Dicuri Klinik Diganti dengan Organ Milik Dokter

Merdeka.com - Merdeka.com - Seorang perempuan India, Sunita Devi dari Muzaffarpur, negara bagian Bihar yang ginjalnya diduga diangkat secara ilegal oleh rumah sakit, meminta ginjal dokter yang terlibat dalam kasus tersebut sebagai gantinya. Devi meminta ginjal dokter tersebut dicangkokkan pada tubuhnya.

Perempuan 38 tahun itu mendatangi sebuah klinik di desa Bariyarpur di distrik Muzaffarfur untuk operasi pengangkatan rahim pada 3 September lalu.

Tetapi, justru kedua ginjalnya yang diangkat oleh dokter tanpa persetujuan atau pemberitahuan kepada keluarganya.

Kasus pencurian ginjal ini terungkap setelah kondisi Devi memburuk setelah operasi. Dia lalu dilarikan di Sri Krishna Medical College and Hospital (SKMCH) di Muzaffarpur, dikutip dari laman India Times, Senin (21/11).

Di rumah sakit, dokter menyampaikan kepada keluarga bahwa ginjal Devi hilang dan dia tidak bisa bertahan hidup tanpa organ tersebut. Devi lalu dibantu dengan dialisis rutin di SKMCH.

"Para dokter di SKMCH meerujuk Sunita ke Indira Gandhi Institute of Medical Sciences di Patna untuk pengobatan. Dia dikirim lagi ke rumah sakit ini setelah pengobatan di sana. Karena Sunita tidak punya ginjal, jika dia tidak melakukan dialisis bahkan untuk satu hari, dia bisa meninggal," jelas Dr BS Jha dari SKMCH.

Keluarga Devi lalu mengajukan gugatan. Polisi mendaftarkan gugatan terhadap pemilik Klinik Subhakant, Pawan Kumar dan seorang dokter di klinik tersebut, Dr RK Singh. Kedua terlapor ini melarikan diri sejak kasus ini terungkap pada September.

Polisi mengatakan klinik tersebut tidak terdaftar dan kualifikasi pendidikan dokter tersebut diduga palsu.

Devi meminta polisi menangkap para dokter tersebut dan meminta ginjal dokter itu diberikan padanya.

"Saya memohin pemerintah segera menangkap tersangka dokter yang mengambil kedua ginjal saya. Ginjalnya harus diberikan pada saya untuk dicangkokkan agar saya bisa bertahan hidup," jelas Devi. [pan]