Perempuan Jordania Meninggal Akibat Flu H1N1

Amman (ANTARA/Xinhua-OANA) - Kementerian Kesehatan Jordania, Ahad (13/1), mengumumkan seorang perempuan Jordania meninggal, setelah menderita influenza H1N1.

"Korban, yang berusia 40-an, dibawa ke rumah sakit swasta di Amman, Ahad lalu, dan menderita radang paru-paru akut," kata Menteri Kesehatan Abdul Latif Wreikat kepada kantor berita resmi Jordania, Petra.

"Pemeriksaan laboratorium dan klinik belakangan mengungkapkan perempuan itu terserang virus H1N1," kata Wreikat sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Senin pagi.

Ia menambahkan perempuan tersebut diberi pengobatan yang diperlukan, tapi ia meninggal pada Jumat (11/1). Wreikat kembali mengatan sebanyak 75 orang telah diperiksa positif terserang influenza H1N1.

Seorang pria Jordania yang berusia 26 tahun meninggal pekan lalu di Kota Irbid, Jordania utara, setelah menderita rangkaian influenza H1N1 --yang dikenal sebagai flu babi.

Wabah H1N1 pertama kali meletus pada 2009 di Meksiko, kemudian menyebar ke seluruh dunia. Virus itu telah menewaskan sedikitnya 26 orang di Jordania dalam beberapa tahun belakangan.(rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.