Perempuan Lebih Mudah Jadi Anggota DPRD

Laporan Wartawan Tribun Lampung, Romi Rinando

TRIBUNNEWS.COM, BANDAR LAMPUNG - Partai politik (parpol) adalah tempat mendidik kader perempuan dalam jabatan politik. Karena itu, perempuan harus aktif dan memberi warna pada isu politik.

Demikian disampaikan Ketua Biro Perempuan DPP Partai Demokrat Andi Timo Pangerang, dalam silaturahmi daerah dan diskusi publik bertema 'Keterlibatan Perempuan dalam Dunia Politik', di kantor DPD Demokrat Lampung, Rabu (17/10/2012).

Menurut dia, perempuan harus aktif berpolitik agar keterwakilan perempuan di partai terpenuhi.

"Keterwakilan perempuan di DPR RI sekarang sebesar 18 persen. Ada peningkatan dari sebelumnya yang hanya 11 persen. Kedepan jumlah tersebut harus terus ditingkatkan," katanya.

Andi mengungkapkan, Partai Demokrat memiliki keterwakilan perempuan yang berimbang, baik di pusat maupun di daerah.

"Dari 363 legislator perempuan di Indonesia, 81 orang diantaranya berasal dari Demokrat," jelasnya. Ia berharap keterwakilan perempuan di DPRD provinsi maupun kabupaten/kota pada Pemilu 2014 bisa meningkat.

Ketua DPD Partai Demokrat Lampung, Ridho Ficardo mengatakan, perempuan relatif lebih gampang menjadi anggota legislatif dibanding pria.

"Seharusnya ibu-ibu lebih mudah dari bapak-bapak. Pendukung ibu-ibu itu jauh lebih solid. Kalau bahasa Lampungnya suaranya lebih ngunci," kata dia.

Dalam diskusi ini hadir juga pembicara, Handi Mulyaningsih dari KPU Provinsi Lampung dan akademisi Unila Ari Darmastuti.

Baca Juga:

  • Cabup Cawabup Fauzan-Dino Bawa 100 Saksi di MK
  • Anggaran Pembangunan Kota Baru Terancam Batal 
  • Orasi di Tugu Pers Jurnalis Jambi Minta Danlanud Dipecat 
  • Fokker Kargo Bermuatan 3.550 Kg Tergelincir di Hang Nadim
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.