Perempuan Lebih Sensitif Jika Tarif Pajak Naik Dibandingkan Laki-Laki

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Perempuan dinilai memiliki sensitivitas yang lebih tinggi terhadap kenaikan tarif pajak (tax rate) dibandingkan laki-laki.

Hal ini diungkapkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang bahkan pernah menjadikan pembahasan ini sebagai disertasi.

"Kalau diberlakukan (kenaikan rate tax) apakah dampaknya sama? Saya bayangkan paling tidak anda mengetahui elastisitas. Apabila pajak naik 1 persen dampaknya ke laki atau ke perempuan sama atau tidak," ujar Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia Sri Mulyani dalam webinar, Jakarta, Rabu (21/4/2021).

Dia mencontohkan, ketika ada kenaikan pajak perempuan akan mempertimbangkan tetap bekerja atau melakukan hal lain. Sebab penghasilannya akan semakin besar dialokasikan untuk pajak bila bekerja.

Berbeda dengan perempuan, laki-laki justru akan memilih tetap bekerja meski ada kenaikan tarif pajak.

"Misalnya kenakan rate pajak sangat tinggi, akan membuat perempuan menghitung, apabila saya bekerja maka saya akan membayar sekian kepada negara, maka saya lebih baik saya berikan waktu saya untuk melakukan hal yang lain," jelas Sri Mulyani.

Di sisi lain, peran pajak bagi perekonomian perempuan cukup besar. Contohnya, dalam Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM).

UMKM diketahui menerima pengurangan pajak final dari pemerintah, di mana ini berdampak langsung bagi keuntungan perempuan.

"Seperti yang saya sampaikan kalau mayoritas pelaku ekonomi adalah UMKM. Maka kita akan mengatakan pemberian pajak final UMKM tentu secara tidak langsung menguntungkan bagi perempuan. Karena mayoritas pekerja dan pemilik usaha UMKM itu perempuan," tandasnya.

Reporter: Anggun P. Situmorang

Sumber: Merdeka.com

Sri Mulyani: Pembangunan Infrastruktur Ringankan Beban Perempuan

Menkeu Sri Mulyani melantik 2 pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan. Dalam pelantikan ini Sri Mulyani menggunakan masker dan tetap menjaga jarak. (Dok Kemenkeu)
Menkeu Sri Mulyani melantik 2 pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan. Dalam pelantikan ini Sri Mulyani menggunakan masker dan tetap menjaga jarak. (Dok Kemenkeu)

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, perempuan membutuhkan infrastruktur yang memadai untuk mendorong produktivitasnya. Semakin banyak dan berkualitas infrastruktur maka beban perempuan akan semakin ringan.

"Semakin banyak infrastruktur, apakah itu jalan raya, air bersih, internet connection, listrik semakin bagus. Pasti meringankan beban perempuan lebih besar lagi," ujarnya dalam sebuah webinar, Jakarta, Rabu (21/4).

Apalagi, di era digitalisasi yang semakin maju banyak perempuan memanfaatkan infrastruktur seperti koneksi internet. Hal tersebut harus mendapat dukungan agar perempuan bisa tetap produktif disamping tetap menjalankan tugas sebagai ibu rumah tangga.

"Tentu dengan adanya era digital yang semakin maju, perempuan memiliki fleksibilitas menjaga anak dan melakukan kegiatan produktif melalui teknologi digital. Ini akan memberi dampak positif pada perempuan," jelasnya

Sri Mulyani mengatakan, dalam pembangunan infrastruktur dampak ini menjadi salah satu tujuan pemerintah. Menyambungkan seluruh pelosok Indonesia, agar semua bisa terhubung dengan baik dan mudah terkoneksi terutama bagi perempuan.

"Untuk bisa mengaktualisasi potensi itu diperlukan infrastruktur maka dibangun jalan, airport, jaringan internet sampai ke seluruh pelosok. Ini penting memberi kesempatan yang sama dalam memberikan kontribusi produktif terutama bagi perempuan," tandasnya.

Reporter: Anggun P. Situmorang

Sumber: Merdeka.com