Perempuan Misterius di Pusaran Kasus Hambalang  

TEMPO.CO, Jakarta -  Sylvia Sholehah adalah salah satu nama saksi yang pernah diundang Komisi Pemberantasan Korupsi untuk dimintai keterangan ihwal perkara korupsi dana proyek sarana olahraga terpadu Hambalang, Bogor, beberapa waktu lalu.

Namanya tidak populer, tapi ia biasa dipanggil Bu Pur. Belakangan, ia diketahui sebagai istri Purnomo, perwira kepolisian Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia lulusan tahun 1973.

Saat diperiksa di KPK pada 28 Mei 2013, tak banyak yang mengenai sosok Sylvia. Orang yang bisa disapa dengan panggilan "Ibu Pur" ini hanya bungkam saat keluar dari ruang gedung KPK pada pukul 20.40. Ia menolak untuk menjawab pertanyaan wartawan. Ia terus menutup mulutnya dengan sapu tangan, lalu bergegas pergi menggunakan taksi.

Pada hari yang sama, KPK juga meminta keterangan Widodo Wisnu Sayoko, seorang saksi yang disebut-sebut masih kerabat Cikeas. Seusai pemeriksaan, ia berlari menerobos kepungan wartawan. Ia berusaha mengelak dan berkata, "Bukan (diperiksa), saya hanya mengantar Ibu (Ibu Pur)," katanya santun.

Ia kemudian melewati jembatan penyeberangan di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, tepat di depan gedung KPK. Lelaki itu lalu pergi menggunakan ojek. Juru bicara komisi antikorupsi, Johan Budi S.P., menyatakan Sylvia dan Widodo "berasal dari swasta.

Meski mengelak, menurut sejumlah sumber Tempo, Sylvia dan Widodo bukan saksi biasa. Mereka berperan banyak dalam perkara korupsi yang mengantarkan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng dan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum menjadi tersangka itu.

Seorang sumber Tempo menyebut mereka adalah orang Cikeas. Cikeas merujuk pada kediaman pribadi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Puri Cikeas, Bogor.

Dalam kaitan dengan kasus Hambalang, "sidik jari" kedua teman dekat Cikeas ini terendus oleh penyidik KPK. Menurut seorang narasumber, Sylvia beberapa kali berkunjung ke ruang kerja Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Wafid Muharam dan Kepala Biro Perencanaan Deddy Kusdinar.

Cerita lengkap mengenai hubungan Sylvia dengan Cikeas dan kasus Hambalang bisa dibaca di Majalah Tempo edisi 14 Juli 2013 yang berjudul "Perempuan Misterius Hambalang". Artikel tersebut mengupas  peran Sylvia dan suaminya, termasuk kedekatannya dengan Ibu negara Any Yudhoyono.

(Setri Yasra | Anton Septian | Rusman Paraqbueq | Nur Alfiyah | Ananda Badudu | Febriana Firdaus)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.