Perempuan Penyerang Mabes Polri Disebut Milenial Jakarta

Ezra Sihite
·Bacaan 1 menit

VIVA – Perempuan yang disebut sebagai terduga teroris penyerang Mabes Polri Jakarta adalah perempuan usia muda yang memiliki tahun kelahiran 1995. Inisialnya adalah ZA dan dilaporkan adalah warga Ciracas sebagaimana informasi yang didapatkan oleh wartawan.

"Jadi anak Jakarta saya rasa sebagai tentara kecil saja," kata pengamat terorisme Al Chaidar ketika diwawancara tvOne pada Rabu malam, 31 Maret 2021.

Al Chaidar mengidentifikasi serangan oleh milenial Jakarta ini diduga bisa bagian dari jaringan JAD yang biasanya aksinya cenderung agak kurang rapi direncanakan dan terkesan terburu-buru. Aksi mereka agak berbeda dengan teroris Jamaah Islamiyah yang biasanya lebih matang dalam perencanaan teror.

Dia mengatakan, kelompok mereka ini cenderung menganut kristophobia bahkan memusuhi Muslim sendiri bila tak sealiran dengan mereka.

Dia mengatakan bahwa kecenderungan kelompok ini juga dalam hitungan hari bergabung sudah bisa diturunkan dalam aksi teror.

"Pertimbangan mereka cuma satu harus dilakukan terus-menerus karena mereka yakin kalau melakukan serangan terus-menerus mereka akan menang," kata Al Chaidar.

Padahal menurut Al Chaidar tak ada bukti serangan terus-menerus dan bertubi-tubi bisa mendapatkan kemenangan. Buktinya hal itu tidak berhasil di Irak dan Suriah.

Rabu petang, sesosok perempuan dengan baju besar dan berjilbab ditembak di kompleks Mabes Polri. Hingga saat ini diketahui satu jenazah dalam kantong sudah dibawa ke RS Polri.