Perempuan Pertama yang Menjabat Wapres AS, Kamala Harris: Saya Tidak Akan Jadi yang Terakhir

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Kamala Harris berhasil terpilih menjadi wakil presiden AS, mendampingi presiden terpilih AS, Joe Biden. Dengan kenaikannya ke kursi wakil presiden, Harris menjadi perempuan pertama, sekaligus perempuan berkulit hitam dan keturunan Asia Selatan pertama yang memegang jabatan tersebut. Ini merupakan sebuah tonggak sejarah bagi bangsa Amerika dalam pergolakan, pergulatan, dan peperangan atas ketidakadilan rasial di Negeri Paman Sam.

Harris, di usia 56 tahun, berhasil mewujudkan masa depan sebuah negara yang kaya akan keberagaman rasial. Selama berkampanye, baik sebagai calon wakil presiden, atau juga senator, Harris terus menyuarakan keadilan rasial dan menceritakan soal ketidakadilan yang dialami banyak masyarakat berkulit berwarna di AS, mulai dari apa yang dialami orangtuanya, hingga para pejuang hak-hak sipil.

Bukan hanya ingin memperjuangkan keadilan rasial, Kamala Harris juga bertekad untuk menginspirasi perempuan di Amerika Serikat untuk bisa memegang jabatan tertinggi di parlemen. Dalam pidato kemenangannya, tulis New York Times, dia berbicara tentang mendiang ibunya dan generasi perempuan dari semua ras yang membuka jalannya untuk saat ini. Meski dia menjadi perempuan pertama yang memegang jabatan tersebut, Harris mengatakan dia tidak akan menjadi yang terakhir.

"Meskipun saya perempuan pertama memegang jabatan ini, saya tidak akan menjadi yang terakhir. Karena setiap anak perempuan yang menonton malam ini melihat bahwa ini adalah negara yang penuh dengan kemungkinan," kata Kamala Harris, dalam pidato kemenangan di depan para pendukungnya di Wilmington, Delaware, AS.

Tekad Memperjuangkan Generasi Perempuan AS

Dalam pidatonya tersebut, dia mendukung seluruh anak-anak bangsa AS, apa pun jenis kelaminnya, untuk terus bermimpi dengan ambisi dan memimpin dengan keyakinan.

"Dan kepada anak-anak bangsa kami, apapun jenis kelaminmu, negara kita telah mengirimimu pesan yang jelas: Bermimpilah dengan ambisi, pimpin dengan keyakinan, dan lihat dirimu dengan cara yang mungkin tidak dilakukan orang lain hanya karena mereka belum pernah melihat hal tersebut sebelumnya. Tapi ketahuilah, kami akan bertepuk tangan untukmu di setiap langkah," katanya.

Di kesempatan yang sama, Harris juga menyampaikan tekadnya untuk memperjuangkan perempuan Amerika Serikat. Dia berharap, kesetaraan, kebebasan, dan keadilan berlaku untuk semua pihak tanpa memandang gender dan ras.

"... Jadi saya memikirkan tentangnya dan generasi perempuan. Perempuan kulit hitam, perempuan Asia, perempuan berkulit putih, Latina, dan perempuan suku asli Amerika, di sepanjang sejarah bangsa kita, yang telah membuka jalan untuk momen malam ini," katanya dengan lantang.

#ChangeMaker

Simak Video Berikut