Perempuan Sukses Sering Selingkuh?

INILAH.COM, Jakarta - Istilah lelaki sering selingkuh itu lumrah. Namun bagaimana jika istilah itu melekat pada kaum Hawa?

Sebuah penelitian  mengklaim  bahwa seorang perempuan yang sukses dalam karir ternyata sering selingkuh. Benarkah?

Seperti dilansir dari Dailymail, studi di Belanda menunjukkan, seorang wanita yang memegang posisi tinggi di kantornya juga lebih rentan terlibat perselingkuhan dibandingkan wanita dengan jabatan biasa.

Penelitian dilakukan Joris Lammers, profesor dari Tilburg University di Belanda. Dia mempelajari perilaku lebih dari 1.500 pembaca majalah bisnis, mulai dari jabatan paling tinggi sampai rendah.

Dalam penelitian, responden ditanyai pendapat mereka tentang kekuasaan, seberapa besar kepercayaan diri terhadap status mereka di kantor, dan seberapa berani mereka mengambil risiko.

Hasilnya para ilmuwan menemukan, wanita yang menduduki jabatan tinggi tertarik pada tantangan dan risiko tinggi. Berselingkuh, jadi salah satu cara untuk memenuhi 'hasrat' tantangan tersebut. Penyebabnya bukan karena rendah-tingginya kematangan moral, tapi kekuasaan dan kesempatan.

"Kekuasaan perlahan-lahan bisa merusak moralitas dan meningkatkan keinginan untuk mengambil risiko dalam hubungan. Efek kekuasaan pada wanita, sama kuatnya dengan pria," ujar sang peneliti.

Pendapat yang sama juga diutarakan Rosie Freeman-Jones, pengasuh situs Illicit Encounters yang juga konsultan pernikahan. Menurutnya, satu dari tiga wanita sukses ingin coba berhubungan dengan pria selain kekasihnya.

"Baik pria maupun wanita dengan jabatan tinggi suka mencari tantangan. Oleh karena itu, mereka cenderung suka mengambil risiko, salah satunya berselingkuh," jelas Rosie.

Hasil penelitian ini tentunya tidak bisa dipukul rata dan menjadi halangan wanita untuk mencapai kesuksesan karir setinggi-tingginya. Tapi lebih kepada mengetahui kecenderungan perilaku pada wanita dengan kekuasaan tinggi. [mor]

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.