Perempuan Tiga Kali Lebih Banyak Alami Peradangan Sendi dari Pria

Rochimawati
·Bacaan 2 menit

VIVA – Banyak aktivitas sehari-hari yang tanpa kita sadari dapat menyebabkan nyeri sendi atau sendi kaku. Lokasi nyeri sendi pada umumnya di lutut, pergelangan kaki dan sekitar bahu. Hampir setiap orang pasti pernah merasakan nyeri sendi atau sendi kaku, apalagi mereka yang berusia di atas 50 tahun.

Nyeri sendi atau sendi kaku bisa disebabkan oleh beragam penyakit dan kondisi, mulai dari cedera hingga peradangan sendi. Bursa, ligamen, tulang rawan, tendenon di sekitar tulang-tulang sendi. Nyeri sendi seringkalai disebabkan oleh ostearthitis.

Nah bagaimana mengatasi nyeri sendi, dan adakah pantangan makanan atau minuman saat menderita nyeri sendi.

"Lokasi nyeri sendi bisa di mana saja, bisa di leher, bahu, siku, jari-jari yang paling sering, panggul, lutut ataupun di pergelangan tangan dan kaki. Jadi semua sendi bisa mengalami kaku," kata dr Risky Kusuma Wardhani, spKFR dokter speasialis rehab medik, dalam acara Hidup Sehat tvOne, Selasa, 23 Februari 2021.

Menurut dia penderita nyeri sendi kaku banyak dialami oleh wanita, dan itu adalah fakta.

"Ya, memang benar wanita lebih banyak menderita nyeri sendi, ini fakta. Sebenarnya penyebab nyeri sendi banyak, tapi memang adalah nyeri sendi yang diakibatkan oleh peradangan sendi. Nah dalam sebuah penelitian disebuatkan, wanita tiga kali lipat lebih banyak dibandingkan pria mengalami kasus sendi yang diakibatkan karena peradangan sendi," ujarnya.

Meski, ada penyakit-penyakit lain yang bukan karena peradangan sendi, seperti pada parkinson ataupun misalnya karena asam urat itu laki-laki lebih banyak.

"Tapi secara prevalensi, karena arthitis yang terbanyak penyakitnya maka memang wanita jadinya lebih banyak menderita," tutur dokter Risky.

Menurut dokter Risky, peradangan sendi disebabkan karena yang tersering adalah proses degeneratif atau penuaan pada sendi.

"Tulang rawan atau bantalan pada sendi yang ada di antara tulang itu mulai menipis karena usia. nah kemudian, karena aktivitas maka akan terjadi gesekan antar tulang dan itu mengakibatkan luka atau peradangan pada sendi," katanya lagi.