Pererat Hubungan, Israel Buka Kedutaan Pertama di Uni Emirat Arab

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Yerusalem - Sekitar empat bulan setelah penandatanganan sebuah perjanjian untuk menormalisasi hubungan dengan kerajaan di Teluk Arab, Israel mengambil langkah baru. Negeri Bintang David itu mengumumkan pembukaan kedutaan di Uni Emirat Arab (UEA) pada Minggu 24 Januari 2021,

"Kedutaan Israel di Abu Dhabi resmi dibuka hari ini dengan kedatangan perwakilan misi, Eitan Na'eh," kata Kementerian Luar Negeri Israel dalam pernyataan seperti dikutip dari VOA Indonesia, Senin (25/1/2021).

Ditambahkannya, delegasi Israel akan berusaha mempererat hubungan antara kedua negara itu.

Kedutaan Israel, yang menempati kantor sementara, akan memajukan hubungan antara kedua negara "dalam segala bidang," kata pihak berwenang Israel.

Kepala diplomasi Israel Gabi Ashkenazi dalam pernyataannya mengatakan bahwa "Pembukaan misi ini akan memungkinkan (...) penyelesaian dan percepatan pengembangan dari semua hubungan yang potensial".

Normalisasi Hubungan dengan Empat Negara Arab

Bendera Israel berkibar di dekat Gerbang Jaffa di Kota Tua Yerusalem (20/3). Gerbang Jaffa adalah sebuah portal yang dibuat dari batu yang berada dalam deret tembok bersejarah Kota Lama Yerusalem. (AFP Photo/Thomas Coex)
Bendera Israel berkibar di dekat Gerbang Jaffa di Kota Tua Yerusalem (20/3). Gerbang Jaffa adalah sebuah portal yang dibuat dari batu yang berada dalam deret tembok bersejarah Kota Lama Yerusalem. (AFP Photo/Thomas Coex)

Israel dalam beberapa bulan belakangan telah mengumumkan akan menormalisasi hubungan dengan empat negara Arab, yaitu Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan dan Maroko di bawah dorongan mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Pada Minggu 24 Januari, UEA menyetujui pembangunan kedutaan pertamanya di Tel Aviv, kota yang menjadi basis banyak mayoritas perwakilan diplomatik, karena mereka tidak mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Sebelum Emirat, Mesir dan Yordania telah terlebih dulu memulai hubungan diplomatik dengan negara Yahudi itu, ketika negara-negara itu menandatangani perjanjian perdamaian yang mengakhiri perang dengan Israel yang bertetangga.

Saksikan Juga Video Ini: