Performa Manchester United Akan Menanjak dengan Mengandalkan Bruno Fernandes, Berikut Ini 3 Caranya

Jakarta - Kedatangan Bruno Fernandes pada Januari 2020 membawa angin segar di Manchester United. Karena, Setan Merah tengah membutuhkan gelandang setelah Paul Pogba dan Scott McTominay cedera.

Fernandes pun dinilai menjalani debut bagus saat Manchester United melawan Wolverhampton Wanderers di Old Trafford, 2 Februari lalu. Hal ini mengindikasikan ia akan menjadi sosok penting dalam beberapa bulanke depan.

Pemain asal Portugal itu tampil mengesankan dan tidak menunjukkan tanda-tanda gugup di lapangan. Dia bermain di posisi 10, tetapi diberi banyak kekebasan untuk memainkan permainannya sendiri.

Lini tengah MU sudah terlihat lebih baik dengan kehadiran Fernandes. Kini, tergantung kepada Manajer MU Ole Gunnar Solskjaer untuk memastikan Fernandes bisa memberikan pengaruhnya di setiap laga.

Sudah jelas Fernandes akan memiliki peran besar bagi Manchester United jika dimainkan hingga akhir musim ini. Berikut 3 cara bagaimana Fernandes akan meningkatkan performa United seperti dikutip dari Sportskeeda.

 

 

Etika Kerja

Bruno Fernandes (LINDSEY PARNABY / AFP)

Debut Bruno Fernandes bersama Manchester United saat melawan Wolverhampton Wanderers pada 2 Februari lalu membuat orang-orang di tribun Old Trafford tertegun. Sebab, Fernandes bermain seperti sudah memperkuat MU selama beberapa musim

Gelandang asal Portugal itu banyak terlibat dalam permainan, mengelola 110 sentuhan pada bola, tertinggi kedua setelah Aaron Wan-Bissaka di laga tersebut, Bahkan, Fernandes mencatatkan tekel tertinggi di antara gelandang MU lainnya.

Dia juga membuat clearances paling banyak di United. Hal itu menunjukkan sekilas kualitas yang akan dibawa Fernandes ke tim berjuluk Setan Merah tersebut.

Etika kerja yang dibawa Fernandes tentu akan menginspirasi para pemain MU lainnya.

 

 

 

Tendangan Jarak Jauh

Bruno Fernandes (AFP/Lindsey Parnaby)

Manchester United tidak memiliki pemain tengah dengan kebiasaan dan kemampuan menembak dari jarak jauh dalam beberapa tahun terakhir. Paul Pogba telah melakukannya di kesempatan-kesempatan tidak terduga dan Nemanja Matic pernah melakukannya sekali.

Karena itu, United harus kembali menemukan pemain seperti Paul Scholes. Ia kerap membuat lawan khawatir setiap bola jatuh di luar kotak penalti. Sebab, Scholes punya kemampuan melepaskan tendangan dari jarak jauh.

Kemampuan itu yang juga dimiliki Bruno Fernandes. Pemain asal Portugal itu melepaskan lima tembakan dalam debutnya bersama MU, tiga di antaranya tepat sasaran.

Fernandes suka menembak dari jarak jauh. Ia mencatatkan 180 tembakan di Liga Portugal dalam beberapa musim terakhir dan 114 di antaranya berasal dari luar kotak penalti. Karena itu, dia diasumsikan bakal jadi penerus Scholes.

Salah satu kelemahan Red Devils dalam beberapa tahun terakhir adalah gelandang pencetak gol yang konsisten. Pogba berhasil musim lalu, tetapi kini dibekap cedera.

Dengan absennya Pogba, serangan United sering gagal saat mendapat peluang di luar kotak penalti. Kehadiran Fernandes diharapkan bisa mengakhiri itu.

 

 

Umpan-Umpan Brilian

Gelandang Manchester United, Bruno Fernandes, menendang bola saat melawan Wolverhampton Wanderers, Matt Doherty, pada laga Premier League di Stadion Old Trafford, Sabtu (1/2/2020). Kedua tim bermain imbang tanpa gol. (AP/Martin Rickett)

Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer mengatakan Fernandes adalah pemain yang dapat 'melihat umpan dan bermain umpan'. Gelandang 25 tahun ini sangat fenomenal di Liga Portugal dalam beberapa musim terakhir.

Fernandes telah menciptakan banyak peluang dari umpan-umpan pendek. Karena itu, Solskjaer memintanya untuk menjadi dirinya sendiri di Liga Inggris. Ini jelas menunjukkan Man United membutuhkan kreativitasnya untuk mengatasi kelemahan musim ini.

Setan Merah tampil mengesankan melawan tim yang bermain menyerang. Tapi, Setan Merah gagal total saat bertemu tim yang bermain bertahan.

Di sinilah Fernandes akan menjadi sangat penting bagi United. Ia mengirimkan 10 umpan ke kotak penalti saat melawan Wolves, yang merupakan tertinggi di antara para pemain United.

Fernandes suka mengambil risiko, atribut yang telah hilang di antara gelandang MU musim ini. Namun, MU harus jauh lebih lancar dan proaktif di sepertiga akhir agar pemain memiliki efek yang diinginkan di lapangan.

 

Sumber asli: Sportkeeda

Disadur dari: Liputan6.com (Bogi Triyadi/Defri Saefullah, Published 14/2/2020)

Saksikan video pilihan berikut ini