Performa Meyakinkan Borneo FC dan PSM di Awal Musim BRI Liga 1: Bensin Cukup Sampai Akhir Musim?

Bola.com, Jakarta - Fenomena menarik terjadi pada awal musim BRI Liga 1 2022/2023. Posisi empat besar klasemen sementara ajang tersebut hingga pekan ketujuh dikuasai empat tim dari luar Jawa.

Borneo FC nyaman di puncak klasemen sementara dengan 18 poin. Tim berjulukan Pesut Etam itu menang enam kali dan sekali saja kalah dari tujuh pertandingan yang mereka jalani.

Madura United menempati posisi kedua. Tim asuhan Fabio Lefundes mengumpulkan 16 poin. PSM Makassar memiliki poin yang sama dengan Madura, tetapi mereka untuk sementara harus menempati posisi ketiga lantaran kalah selisih gol dari Madura.

Melengkapi posisi empat besar ada Bali United. Sempat tercecer di papan tengah pada pekan-pekan awal, Serdadu Tridatu mulai kembali ke habitatnya. Bali kini memiliki 15 poin dari tujuh laga.

Untuk Bali dan Madura sebenarnya tidak mengejutkan mereka ada di papan atas. Bali adalah juara Liga 1 dalam dua musim terakhir. Sementara Madura United memang kerap tampil dengan laju kencang di awal musim.

Borneo dan PSM Mengejutkan

Duel udara antara bek Persis Solo, Fabiano Beltrame dengan penyerang Borneo FC Samarinda, Matheus Pato dalam laga BRI Liga 1 pekan ketujuh, Minggu (28/8/2022) di Stadion Segiri, Samarinda. (Dok. Persis Solo)
Duel udara antara bek Persis Solo, Fabiano Beltrame dengan penyerang Borneo FC Samarinda, Matheus Pato dalam laga BRI Liga 1 pekan ketujuh, Minggu (28/8/2022) di Stadion Segiri, Samarinda. (Dok. Persis Solo)

Lain halnya dengan Borneo FC Samarinda dan PSM Makassar. Dua tim itu tampil mengejutkan di awal musim BRI Liga 1 2022/2023.

Borneo sebenarnya sudah menampakkan potensi bisa mengejutkan sejak ajang Piala Presiden 2022 lalu. Di ajang pramusim itu, tim asuhan Milomir Seslija mampu tampil hingga babak final.

Menariknya, Borneo FC tidak menampilkan sepak bola negatif yang mengandalkan pertahanan kuat. Matheus Pato dan kolega berani tampil menyerang dan menguasai bola dalam waktu yang cukup lama.

Apa yang dialami PSM Makassar justru lebih mengejutkan lagi. Tim berjuluk Juku Eja itu bahkan bisa jadi ada di puncak klasemen sementara BRI Liga 1 2022/2023.

PSM kini mengumpulkan 16 poin. Namun, Ramadhan Sananta dan kolega masih menyimpan satu laga lebih banyak ketimbang para penghuni papan atas klasemen sementara yang lain.

Rekrutan Tepat

Pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares melakukan selebrasi dengan pemainnya usai Yakob Sayuri mencetak gol pertama PSM ke gawang Kedah Darul Aman. (Bola.com/Maheswara Putra)
Pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares melakukan selebrasi dengan pemainnya usai Yakob Sayuri mencetak gol pertama PSM ke gawang Kedah Darul Aman. (Bola.com/Maheswara Putra)

Salah satu kunci keberhasilan Borneo FC dan PSM Makassar di awal musim ini adalah kebijakan rekrutmen pemain dan pelatih yang tepat. Borneo punya pelatih berpengalaman di Indonesia dalam diri Milomir Seslija.

Sementara itu PSM berani mempekerjakan Bernardo Tavares. Sosok yang sebenarnya masih buta dengan sepak bola Indonesia. Sebab, musim ini adalah musim pertama Tavares melatih di Tanah Air.

Namun, kedua sosok itu mampu meracik strategi dengan tepat. Mereka mampu memanfaatkan kualitas pemain yang dimiliki.

Para pemain baru di kedua kubu jika langsung bisa memberikan kontribusi maksimal. Di Borneo, pemain seperti Stefano Lilipaly, Ahmad Nur Hardianto, dan Matheus Pato langsung menjadi pemain penting di musim pertamanya membela Pesut Etam.

PSM Makassar pun demikian, pemain-pemain baru seperti Ramadhan Sananta, Yuran Fernandes, Everton Nascimento langsung memegang peran penting. Para pemain muda yang sudah lama membela PSM, seperti Yakob Sayuri dan Rizky Eka juga terus berkembang kualitasnya.

Bahan Bakar Cukup?

PSM Makassar tampil agresif sejak awal babak pertama. Sejumlah peluang didapat pasukan Bernardo Tavares tersebut pada menit-menit awal prtandingan, namun masih bisa diantisipasi pemain Kedah Darul Aman FC.
PSM Makassar tampil agresif sejak awal babak pertama. Sejumlah peluang didapat pasukan Bernardo Tavares tersebut pada menit-menit awal prtandingan, namun masih bisa diantisipasi pemain Kedah Darul Aman FC.

Namun, pertanyaan pun kemudian timbul. Mampukah Borneo FC Samarinda dan PSM Makassar terus tampil konsisten hingga akhir musim BRI Liga 1 2022/2023? Apakah ketersediaan bahan bakar yang mereka miliki akan cukup?

Beberapa tim pernah memiliki start yang apik seperti Borneo dan PSM di musim ini. Sebut saja Madura United di Liga 1 2017. Di akhir musim saat itu Peter Odemwingie dan kolega gagal menjadi juara.

Tantangan lain yang mungkin dihadapi Borneo dan PSM adalah ketika para pemain penting mereka dipanggil ke skuad Timnas Indonesia. Baik untuk tampil di ajang Piala AFF 2022 atau di ajang lain.

Para pemain seperti Ramadhan Sananta, Yakon Sayuri, Terens Puhiri, Leo Guntara, Rizky Eka, , Fajar Faturrahman, Stefano Lilipaly dan beberapa pemain lain sangat mungkin mendapatkan tempat di skuad Timnas Indonesia.

Jika ingin kekuatan mereka tidak habis, Borneo FC dan PSM Makassar harus mengambil langkah berani. Misalnya dengan mendatangkan cukup banyak pemain baru dengan kualitas bagus di bursa transfer paruh musim nanti.