Pergeseran Kekuatan di BRI Liga 1: Tukar Nasib Bhayangkara FC dan Madura United

Bola.com, Jakarta - Kompetisi BRI Liga 1 2022/23 telah menuntaskan 10 pekan perdana. Dari 89 pertandingan yang telah dijalani, banyak hal yang mungkin tak pernah diprediksi para pengamat sepak bola.

Paling tak 'masuk akal', tentu keberhasilan Madura United berada di puncak klasemen sementara BRI Liga 1. Menilik dari catatan mereka musim lalu, terdapat perubahan yang sangat signifikan dari cara bermain mereka.

Saat masih ditangani Rahmad Darmawan, mereka harus puas berada di peringkat ke-11 pada 10 pekan pertama musim lalu. Mereka hanya sanggup mengantongi 11 poin hasil dari dua kemenangan, lima imbang dan kekalahan.

Sementara musim ini di bawah arahan Fabio Lefundes, mereka begitu digdaya. Fachruddin Aryanto dkk berhasil meraup 230 poin setelah merebut tujuh kemenangan, dua hasil imbang dan hanya sekali kalah.

Pergeseran kekuatan diantara klub-klub di BRI Liga 1 nyatanya tak hanya terjadi di papan atas saja. Papan bawah juga sedikit berubah, meskipun ada yang tetap terpuruk di zona merah.

Bhayangkara FC Jeblok

Para pemain Bhayangkara FC merayakan gol ke gawang Persikabo 1973 yang dicetak Muhammad Hargianto pada laga pekan ke-6 BRI Liga 1 2022/2023 antara Persikabo 1973 melawan Bhayangkara FC di Stadion Pakansari, Bogor, Selasa (23/8/2022) malam WIB. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Para pemain Bhayangkara FC merayakan gol ke gawang Persikabo 1973 yang dicetak Muhammad Hargianto pada laga pekan ke-6 BRI Liga 1 2022/2023 antara Persikabo 1973 melawan Bhayangkara FC di Stadion Pakansari, Bogor, Selasa (23/8/2022) malam WIB. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Pada musim lalu, Bhayangkara FC jadi yang paling hebat dalam 10 laga perdana. Mereka menguasai singgasana klasemen dengan 25 angka hasil dari delapan kemenangan, sekali imbang dan satu kekalahan.

Tetapi apa yang terjadi di BRI Liga 1 2022/23 sangat bertolak belakang. M. Hargianto dkk berada di pinggir zona merah lantaran hanya sanggup meraup sembilan poin. Poin mereka sama dengan RANS Nusantara FC yang berada di peringkat ke-16.

Klub berjuluk The Guardian itu seolah-olah tengah bertukar nasib dengan Madura United di awal kompetisi musim ini.

Kekuatan Tradisional

<p>Striker Persib Bandung, David da Silva mencetak gol ke gawang PSIS Semarang. (Persib).</p>

Striker Persib Bandung, David da Silva mencetak gol ke gawang PSIS Semarang. (Persib).

Musim lalu, beberapa klub tradisional langsung menunjukkan tajinya di awal kompetisi. Persib Bandung, Arema FC, PSIS Semarang dan Persebaya Surabaya bersaing di papan atas.

Apa lacur, segala permasalahan yang mendera keempat klub ini membuat performa hebat mereka gagal terulang. Praktis hanya Persib yang tengah kembali ke jalan yang benar setelah melakukan pelatih dari Robert Rene Alberts ke Luis Milla.

Tetapi tiga tim lain, masih belum ada tanda-tanda kembali konsisten seperti musim lalu. Arema FC belum padu benar dengan pelatih baru Javier Roca, sementara PSIS malah belum punya pelatih.

Tetapi kondisi paling mengkhawatirkan terjadi di Surabaya. Setelah insiden di Gelora Delta, Sidoarjo, Presiden sekaligus CEO Persebaya, Azrul Ananda memutuskan bakal segera mundur dari jabatannya.

Barito Putera Belum Belajar

Para pemain Barito Putera merayakan gol bunuh diri pemain Rans Nusantara FC, Moh Edo Febriansah saat laga pekan ke-7 BRI Liga 1 2022/2023 antara Rans Nusantara FC melawan Barito Putera di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (29/8/2022). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Para pemain Barito Putera merayakan gol bunuh diri pemain Rans Nusantara FC, Moh Edo Febriansah saat laga pekan ke-7 BRI Liga 1 2022/2023 antara Rans Nusantara FC melawan Barito Putera di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (29/8/2022). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Sementara di papan bawah, ada Barito Putera yang lagi-lagi terpuruk musim ini. Seolah tak belajar dari kegaglan musim lalu, mereka terbilang 'santai' dalam mempersiapkan diri di awal musim.

Renan Alves yang tampil brilian tak sanggup menutup lubang besar di pertahanan. Sementara Rafael Silva yang diharapkan menjadi ujung tombak, justru lebih sering mengalami cedera.

Tetapi yang paling parah adalah keterpurukan Persik Kediri. Hingga 10 pekan perdana musim ini, mereka sama sekali belum mampu merebut kemenangan sekaligus jadi klub yang paling seret gol.

Yuk Tengok Persaingan Tim Favoritmu Saat Ini