Perguruan Tinggi Ilmu Al Quran dibangun di Sofifi

Gedung PerguruanTinggi Ilmu Al Quran (PTIQ) cabang Maluku Utara (Malut) di Sofifi akan segera dikerjakan setelah resmi dilakukan peletakan batu pertama oleh Rektor PTIQ yang juga sekaligus Imam Masjid Istiqlal Jakarta Prof DR KH Nasaruddin Umar.

"Pendirian kampus PTIQ di Sofifi merupakan berkah dari pembicaraan saat kedatangan Imam Besar Masjid Istiqlal di acara STQ Nasional di Sofifi. Dengan keyakinan bahwa Sofifi akan menjadi tempat yang tepat untuk pengembangan kampus PTIQ maka dilakukanlah tahap awal pembangunannya," kata Gubernur Maluku Utara KH Abdul Gani Kasuba di lokasi kampus dekat kawasan Masjid Raya Shafur khairaat Sofifi, Senin.

Baca juga: Kemenag terapkan moratorium perizinan PAUD dan Rumah Tahfiz Al Quran

Gubernur bahkan meyakini bahwa pada bulan September nanti sudah bisa dilakukan pendaftaran mahasiswa baru walaupun dalam waktu dekat belum rampung pembangunannya karena ada satu gedung berlantai dua yang dapat dijadikan kampus perdana.

Selain itu, ada 10 calon doktor dan tenaga pengajar yang telah siap untuk melakukan pengabdiannya di PTIQ Sofifi.

Sehingga, sebagai tuan rumah, Gubernur AGK juga menyampaikan penghargaan kepada Imam Masjid Istiqlal atas dukungan dan kerjasama sehingga kampus ini siap dibangun.

Baca juga: Pemprov Aceh gelar MQK kitab kuning dengan total hadiah Rp1,4 M

Sementara itu, Ketua Yayasan Darul Ulumul Khairaat M Tariq Kasuba mengatakan setelah pertemuan Gubernur dan Rektor PTIQ saat STQ Nasional di Sofifi tahun 2021 tentang pembangunan kampus PTIQ maka atas kesepakatan bersama dengan rektor kemudian membangun cabang PTIQ di Maluku Utara melalui Yayasan Darrul Ulumul Khairaat atau tempatnya ilmu ilmu kebaikan.

Menurut Thoriq, PTIQ Malut akan dapat menjadi ujung tombak dalam memberikan peringatan akan kejahatan, kezaliman, terorisme dan radikalisme dan membesarkan nama Allah di bumi Moloku Kie Raha.

Baca juga: Rumah gadang berusia 100 tahun jadi tempat belajar hafiz di Agam

Sementara, Rektor PTIQ, Prof Nasaruddin Umar dalam sambutannya menjelaskan sesuai Permendikbud nomor satu, persyaratan studi kamus utama maka memenuhi syarat untuk membuka program tersebut di tempat ini karena tenaga pengajarnya lebih dari 10 orang dan ada gedung milik sendiri serta kampus pengampuh dan pendamping yakni IAIN atau UIN Ternate dan kampus ini telah terakreditasi A.

Sekedar diketahui, turut hadir dalam acara tersebut Wakil Rektor Satu PTIQ, Dr.H Imam Addaruqutni MA, Wakil Rektor Dua, Dr H. Samsul Bahri Tanrere, M.ed, Direktur Pasca Sarjana yang juga Sekjen Dewan Kemakmuran Mesjid Prof. DR. H.M.Darwis Hude, dan Asc Prof. Dr. Made Sahiu, M.Pd.I.Pembina Pesantren Madinah di Makasar, Kakanwil Kementerian Agama Provinsi, Sarbin Sehe dan pimpinan OPD lingkup Provinsi Malut.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel