Perhatikan 5 Hal ini Saat Mencuci, Agar Baju Tidak Rusak

·Bacaan 3 menit

VIVA – Dengan kemajuan teknologi saat ini setiap pekerjaan rumah tangga semakin mudah untuk dilakukan termasuk mencuci pakaian. Mencuci pakaian dengan menggunakan mesin cuci tentu meringankan pekerjaan sebab kita hanya perlu memasukkannya ke dalam mesin cuci dan menunggunya hingga bersih dan kering.

Namun, bukan berarti Anda bisa mencuci pakaian tanpa kecermatan. Sebab, jika Anda teledor dalam mencuci pakaian dengan mesin cuci, bisa saja pakaian malah menjadi rusak.

Oleh sebab itu, cermatlah dalam mencuci menggunakan mesin cuci. Lantas bagaimana cara mencuci yang tepat? Berikut ini lima tips mencuci yang tepat seperti dilansir dari laman RD.com.

1. Jangan hanya menyortir baju berwarna dan warna gelap
Pisahkan pakaian yang sangat kotor atau berlumpur dengan pakaian yang sedikit kotor, dan kain yang berat atau abrasif seperti denim dari yang lebih halus.

(Untuk denim, balik ke dalam, cuci dengan air dingin dengan siklus lembut, dan keringkan pada suhu rendah untuk mencegah luntur.)

Untuk mencegah lembaran terpuntir, cuci setiap set secara terpisah, bukan seluruh keluarga sekaligus, dan sertakan barang-barang yang lebih kecil seperti pakaian dalam yang di beban.

2. Jangan mencampur kaus kaki dengan pakaian
Bosan kehilangan satu kaus kaki lebih sedikit setiap kali Anda melakukan beban? Coba letakkan kaus kaki di mesin cuci terlebih dahulu, lalu tambahkan yang lainnya.

Hal ini membuat kaos kaki cenderung tidak menempel pada pakaian lain, yang sering menyebabkannya hilang.

3. Jangan biarkan kemeja terkancing
Mencuci kemeja berkancing dengan kancing diikat dapat merusak kancing dan merobek lubang kancing. Dan jangan lupa juga tentang lengan dan kancing kerahnya.

4. Jangan biarkan ritsleting terbuka
Ritsleting yang longgar dapat merobek pakaian halus, serta menggores pintu bukaan depan mesin cuci. Pastikan semua reseliting tertutup sebelum Anda memasukkan mesin.

Selain itu, bra yang tidak dikaitkan dapat menarik kain atau merusak drum jika terlepas.

5. Jangan langsung mencampur deterjen ke pakaian Anda
Real Simple mengatakan bahwa untuk distribusi deterjen terbaik (baca: pakaian bersih), masukkan cucian terlebih dahulu, lalu tambahkan air, dan terakhir tambahkan sabun.

Namun, jika Anda menggunakan pemutih, tambahkan air terlebih dahulu, lalu pakaian, lalu sabun. Pastikan Anda juga menggunakan deterjen yang aman dan hindari deterjen yang paling buruk.

Salah satunya adalah Attack Jaz1 Detergel dengan Teknologi Perontok Noda lebih cepat bekerja mengangkat noda. Cukup rendam 1 menit, kotoran rontok sehingga membuat air rendaman menjadi keruh.

Selain itu juga detergen ini memiliki teksturnya yang 5x lebih kental, tapi tidak lengket dan cepat larut, serta teknologi perontok noda, hanya dengan sedikit pemakaian, mampu mengangkat noda secara optimal.

Di sisi lain, pada awal April 2021 kemarin pihak Attack menggelar acara Festival 1 Menit Gapai Harapan yang dilakukan secara LIVE daring di YouTube, Instagram dan Facebook Solusi Ibu Attack yang diikuti oleh 500 emak-emak dan berhasil memecahkan rekor MURI ‘Mencuci Secara Daring Menggunakan Detergen Gel Pertama di Indonesia’.

Senior Brand Manager Fabric Home Care PT Kao Indonesia, Evie Hartanto menjelaskan Festival 1 Menit Gapai Harapan menjadi kelanjutan dari rangkaian peluncuran Attack Jaz1 Detergel dan secara nyata merangkul para emak dari seluruh Indonesia.

Pada festival ini pula kami resmi meluncurkan GEL yakni Gerakan Emak Lebih bersama dengan kehadiran 500 emak terpilih yang mewakili emak-emak seluruh Indonesia.

“Dengan memakai Attack Jaz1 Detergel, lahir generasi baru para emak yang telah merasakan sendiri perubahan nyata dalam kegiatan mencuci yang lebih cepat, lebih hebat dan lebih hemat. Generasi Emak Lebih kami harapkan dapat menjadi inspirasi bagi emak lain di seluruh Indonesia,” kata dia seperti dalam keterangannya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel