Perhimpunan Indonesia Timur Pertanyakan Sistem NKRI

Jakarta (ANTARA) - Beberapa tokoh dari kawasan timur yang tergabung dalam Perhimpunan Indonesia Timur akan melaksanakan Kongres Indonesia Timur yang menggugat sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dinilai negara telah gagal membangun wilayah Indonesia timur.

"Kita ingin mempertanyakan NKRI. Kita menggugat NKRI. Apakah NKRI masih tetap, atau justru federasi yang cocok," kata Wakil Ketua DPD RI Laode Ida saat memberikan keterangan pers di Senayan Jakarta, Rabu.

Laode Ida melakukan konferensi pers bersama tokoh kawasan timur lain seperti Hatta Taliwang, Petrus Selestinus, Robert B Keytimu, Syukur Mandar, Laode Ida, Frangky Maramis, Roy Simbiak


Lebih lanjut Laode menegaskan selama ini dengan sistem NKRI ternyata negara telah gagal membangun Indonesia timur.

"Pemerintah telah gagal membuat Indonesia sejahtera secara merata. Kawasan timur telah dimarjinalkan," kata Laode.

Laode mempertanyakan apakah NKRI tetap pas untuk mensejahterakan seluruh Indonesia. Atau tambah Laode justru sistem Federasi yang pas.

Selam ini tambah Laode ada keprihatinan dari masyarakat di kawasan timur yang sebetulnya dikorbankan dan menjadi korban akibat kebijakan pembangunan yang memarginalkan wilayah timur Indonesia.

Lebih lanjut Laode menjelaskan bahwa selama ini orang-orang dari kawasan timur selalu diasumsikan pada hal-hal kekerasan. Laode menjelaskan penangkapan John Key, M Sangaji dan Hercules membenarkan asumsi tersebut.

Namun tambah Laode memang ketika dilihat dari fakta-fakta memang begitu adanya.

Sementara Syukur Mandar pada intinya Kongres Indonesia Timur mempertanyakan apakah NKRI ini masih tepat ataukah federasi yang cocok.

"Kami melihat dengan sistem NKRi ini justru berimbas kegagalan pembangunan di kawasan Indonesia Timur," kata Syukur Mandar.

Selama ini tambahnya atas nama NKRI, pemerintah pusat membuat kebijakan ekonomi yang tidak pro rakyat dengan menggali sumber daya alam kawasan timur Indonesia secara sewenang-wenang tanpa memperhatikan nasib pembangunan di kawasan timur Indonesia.

"Semua ini menjadi pemicu ketidak adilan sosial dan berdampak pada kemiskinan struktural," katanya.

Kongres Indonesia Timur akan dilaksanakan pada 20 Mei 2013 di Makasar. Kongres akan diikuti oleh para tokoh dari 15 propinsi di kawasan timur.(rr)



Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.