Perhutani gandeng Basel Institute tingkatkan kapabilitas antikorupsi

Perusahaan Umum Kehutanan Negara (Perum Perhutani) menjalin kolaborasi dengan The Basel Institute dalam upaya memperkuat budaya integritas pada proses bisnis internal untuk mencegah korupsi dan mendukung peningkatan kualitas tata kelola perusahaan.

“Kita perlu terbuka pada setiap peningkatan kualitas sumber daya manusia yang bersih dan antikorupsi. Untuk itu, tawaran kerja sama ini sangat baik untuk Perhutani dalam upaya mewujudkan good corporate governance (GCG),” kata Direktur SDM, Umum, dan IT Perhutani Denny Ermansyah dalam keterangan yang dikutip di Jakarta, Rabu.

Perhutani dan Basel Institute berupaya mencegah korupsi melalui peningkatan keterlibatan masyarakat dan memperkuat budaya integritas serta akuntabilitas baik untuk sektor publik maupun swasta. Fokus kerja sama itu mengarah kepada pencegahan konflik kepentingan dalam pengadaan dan perizinan pada sektor sumber daya alam.

Denny menuturkan kerja sama itu bentuk komitmen Perhutani dalam rangka mewujudkan Perusahaan yang bersih dan sehat, serta selaras dengan nilai budaya BUMN, yaitu amanah, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif (AKHLAK).

Menurutnya, Perhutani memiliki peran strategis dalam melaksanakan pengendalian internal perusahaan dan mencegah perilaku koruptif karena peningkatan kapabilitas merupakan salah satu metode untuk mengembangkan pengendalian internal yang efektif sebagai bagian dari good corporate governance (GCG).

Direktur Program Green Corruption dari Basel Institute Juhani Grossmann mengatakan Perhutani merupakan pakar di bidang kehutanan dan Basel Institute adalah pakar di bidang integritas dan kepatuhan di sektor swasta dan publik.

"Kami tahu kolaborasi ini tidak mudah, tapi kami tetap lakukan. Alasan kami ingin bekerja sama dengan Perhutani adalah demi pengelolaan hutan yang lestari untuk survival di masa depan," kata Juhani.

Basel Institute adalah organisasi nirlaba internasional dan independen yang bekerja di seluruh dunia dengan sektor publik dan swasta untuk melawan korupsi dan kejahatan keuangan lainnya, serta mendukung peningkatan kualitas tata kelola perusahaan.

Sebagai yayasan berbadan hukum Swiss, Basel Institute berkantor pusat di Basel, Swiss. Saat ini, Basel Institute memiliki kegiatan lapangan di Afrika, Eropa Timur, Amerika Latin dan Asia Tenggara.

Basel Institute juga mengajak bagian hukum dan kepatuhan serta pengawas internal di Perhutani untuk bergabung dalam upaya integrity risk assessment (IRA).

Selain itu, yayasan yang berbadan hukum Swiss dan berkantor pusat di Basel, Swiss, itu akan memberikan pelatihan bagi bagian hukum dan kepatuhan serta pengawas internal di Perhutani yang akan mencakup materi-materi umum berupa kewajiban hukum berdasarkan legislasi dan regulasi hukum Indonesia dan internasional tentang masalah antikorupsi, strategi untuk melakukan investigasi internal, melakukan wawancara, mengumpulkan dan menangani barang bukti, deteksi fraud dan perilaku korupsi, serta tindak lanjut temuan.

Baca juga: Perhutani raih penghargaan berkat pengelolaan hutan berkelanjutan
Baca juga: FSC: Getah pinus Perhutani dapat sertifikat ekolabel pertama Indonesia
Baca juga: Perhutani siap berkontribusi aktif wujudkan dekarbonisasi di Indonesia