Perhutani gandeng Universitas Jambi untuk penguatan SDM kehutanan

Perum Perhutani menggandeng Universitas Jambi untuk mewujudkan peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di bidang kehutanan melalui Program Merdeka Belajar selama dua tahun ke depan.

Direktur SDM, Umum, dan IT Perum Perhutani M Denny Ermansyah dalam pernyataan di Jakarta, Jumat, mengatakan Perhutani berkomitmen mendukung mahasiswa untuk mengembangkan potensi, kompetensi, dan menanamkan nilai-nilai AKHLAK sejak dini seperti yang telah diimplementasikan seluruh BUMN.

"Tujuan penandatanganan MoU untuk mewujudkan pelaksanaan pembangunan, khususnya peningkatan kompetensi SDM di bidang kehutanan dan pembinaan program-program untuk kepentingan masing-masing pihak yang saling memerlukan dukungan selama jangka waktu dua tahun ke depan," kata Denny.

Baca juga: Perhutani gandeng Bobobox bangun fasilitas kemah modern

Penandatanganan MoU dilakukan Direktur SDM, Umum, dan IT Perum Perhutani M Denny Ermansyah bersama Rektor Universitas Jambi H. Sutrisno dan disaksikan Dekan Fakultas Pertanian Suandi, dan Wakil Dekan Bambang Irawan.

Denny menyampaikan bahwa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi telah menetapkan kebijakan mengenai Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka untuk mendorong mahasiswa menguasai berbagai keilmuan yang berguna bagi dunia kerja.

Oleh karena itu, penandatanganan kesepakatan ini untuk mewujudkan pelaksanaan pembangunan, khususnya peningkatan kompetensi SDM di bidang kehutanan dan pembinaan program untuk kepentingan masing-masing pihak selama dua tahun mendatang.

Baca juga: Siap bersaing di pasar global, Perhutani resmi merger anak usaha
Baca juga: Perhutani raih pengakuan dunia berkat pengelolaan hutan berkelanjutan

"Saya berharap kerja sama ini dapat terlaksana dengan baik dan pada akhirnya akan melahirkan generasi mahasiswa yang cakap, terampil sesuai dengan minat bakatnya, ber-AKHLAK, serta siap terjun ke dunia kerja," katanya.

Dalam kesempatan ini, Rektor Universitas Jambi Sutrisno menyampaikan MoU ini tidak hanya mencakup bidang kehutanan karena untuk mendukung digitalisasi pengelolaan hutan diperlukan keilmuan dari sisi teknologi informasi, biologi dan bagian lain yang mendukung bidang tersebut.