Perhutani jajaki kerja sama suplai bahan baku dengan anak usaha BUMN

·Bacaan 1 menit

Perum Perhutani menjajaki kerja sama suplai bahan baku dengan PT Berdikari Meubel Nusantara (BMN) yang merupakan anak Perusahaan BUMN PT Berdikari (Persero) berlokasi di Desa Petung Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur

Direktur Utama Perum Perhutani Wahyu Kuncoro dalam siaran persnya usai mengunjungi Pasuruan, Kamis mengapresiasi PT BMN yang mampu meningkatkan kapasitas produksinya.

"Ini sangat luar biasa, ada potensi kerja sama suplai bahan baku, karena PT BMN sebagai perusahaan yang bergerak di pembuatan furnitur akan sangat membutuhkan kayu," ujarnya.

Menurut Wahyu, Perhutani saat ini sangat fokus terhadap core bisnisnya, jika terjalin kerja sama dengan PT BMN, pihaknya siap untuk menyuplai bahan baku dalam bentuk Raw Sawn Timber (RST) atau kayu gergajian, berupa produk setengah jadi.

Menanggapi kunjungan itu, Direktur PT BMN Dwi Wahyu Aprianto menyampaikan jika terjalin kerja sama dengan Perhutani, dia menginginkan kepastian pasokan bahan baku industri, karena pengembangan produk baru Solid Wood Furniture ini sudah ada target pasarnya.

Saat ini, kata dia, PT BMN sedang melakukan rencana membangun pabrik baru dengan usaha di dalamnya yang meliputi Kiln Dry, Sawmills, Produksi Solis Wood Furniture dan Produksi Beach Chair Low Price.

“Kami ingin merebut pangsa pasar Beach Chair Low Price yang saat ini masih dikuasai China,” kata Dwi Wahyu.

Sementara dalam kunjungannya itu, Dirut Perhutani Wahyu Kuncoro didampingi Direktur Komersial Ahmad Ibrahim dan Kepala Divisi Regional Jawa Timur Karuniawan Purwanto Sanjaya yang diterima Direktur PT. BMN Dwi Wahyu Aprianto.

Baca juga: Perhutani sampaikan sembilan strategi pengembangan perusahaan di 2021
Baca juga: PT Berdikari serap 34 ton telur ayam dari peternak
Baca juga: Perhutani siapkan 70 ribu hektare untuk hutan tanaman energi

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel