Perhutani komitmen percepat kebangkitan ekonomi melalui kegiatan TJSL

Perusahaan Umum Kehutanan Negara (Perhutani) berkomitmen untuk mempercepat kebangkitan ekonomi nasional dengan memfokuskan kegiatan tanggung jawab perusahaan atau CSR pada aspek lingkungan, pendidikan, dan pengembangan UMKM.

Sekretaris Perusahaan Asep Dedi Mulyadi mengatakan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) itu bertujuan untuk membantu mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascapandemi COVID-19, pemulihan lingkungan, dan penguatan pendidikan.

"Tahun ini kami tetap fokus dalam menyalurkan bantuan pada bidang lingkungan, pendidikan, dan pengembangan UMKM, sehingga dapat terus memberikan kontribusi kepada masyarakat dan lingkungan," kata Asep dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Baca juga: Perhutani bangun bisnis madu terintegrasi

Pada 28 Juli 2022, Perhutani meraih dua penghargaan Indonesia CSR Award V 2022 dari Economic Review, yakni The Best SDG’s Program Implementation 2022 Climate Action dan The Best Head of Corporate Secretary for Corporate Social Responsibility 2022.

Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi tinggi kepada perusahaan di Indonesia yang memiliki program-program TJSL yang mampu mengelola risiko dan dampak (negatif dan positif) perusahaan, bermanfaat dalam jangka panjang bagi penerima, dan berkontribusi bagi pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.

Asep berharap penghargaan itu bisa memacu semangat Perhutani untuk menjalankan program tanggung jawab perusahaan agar lebih baik ke depan.

"Kami akan terus berkomitmen untuk mendukung program TJSL, sehingga dapat berperan aktif untuk mengoptimalkan bisnis di sektor kehutanan serta peduli terhadap kepentingan masyarakat dan lingkungan," ucapnya.

Tenaga Ahli Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup Pramu Risanto dan CEO Economic Review Irlisa Rachmadiana menyerahkan langsung dua penghargaan itu kepada Perhutani.

Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Winarni Dien Monoarfa menyampaikan bahwa ajang itu merupakan awal kebangkitan Indonesia dalam menghadapi pandemi COVID-19 dan permasalahan global lainnya.

Ia juga menuturkan bahwa pemerintah dan instansi lainnya bahu-membahu menerapkan pembangunan berkelanjutan yang tertuang dalam poin ke-17 SDGs.

"Program ini dibuat untuk menjawab tuntutan dalam mengatasi kesenjangan sosial dan kemiskinan serta perubahan iklim yang terjadi di dunia.

Rencana pada tahun 2045 pembangunan di Indonesia sudah merata dan tidak ada lagi isu kesenjangan sosial, kemiskinan penduduk, kelaparan dan rendahnya pendidikan dengan keberadaan program CSR perusahaan,” katanya.

Baca juga: Perhutani revitalisasi pabrik minyak kayu putih

CEO Economic Review Irlisa Rachmadiana menjelaskan proses penilaian CSR Award V 2022 terbagi menjadi tiga tingkatan, yaitu diamond, gold, dan silver. Penilaian tersebut dikelompokkan berdasarkan proses manajemen instansi/perusahaan dalam mengimplementasikan program TJSL di masyarakat, dan dari 600 instansi/perusahaan yang terdaftar untuk dilakukan penjurian terdapat 17 instansi/perusahaan yang berhak sebagai juara.

Ia menuturkan jarak selisih nilai antara 17 instansi/perusahaan hanya berbeda sedikit, sehingga dapat disimpulkan bawah para pemenang itu memiliki program TJSL yang kompetitif untuk berusaha menjadi yang terbaik dalam ajang tersebut.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel