Perhutani perkuat bisnis bidang biomassa dan NBS tahun ini

Perum Perhutani sebagai perusahaan BUMN siap memperkuat bisnis utama di bidang biomassa dan Nature Based Solutions (NBS) pada tahun ini.

Asisten Deputi Bidang Industri Perkebunan dan Kehutanan Kementerian BUMN Rachman Ferry Isfianto mengatakan Perhutani merupakan salah satu BUMN dengan fondasi dan rencana yang kuat untuk tetap bertahan di keadaan sulit mendatang.

"Di tahun 2023 Kementerian BUMN dan Perhutani banyak memiliki tujuan yang sama. Bagaimana kita menciptakan bisnis-bisnis baru, di tahun ini biomassa dan NBS. Kita harus berkelanjutan, semua perusahaan dituntut untuk bisa itu. Mari kita bersama-sama menciptakan Perhutani yang seperti itu," kata Rachman Ferry dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Baca juga: Tiga BUMN berkolaborasi kembangkan produk biomassa untuk PLTU

Dirinya juga mengungkapkan apresiasi kepada Perhutani yang mencatat laba Rp520 miliar pada 2022.

Direktur Utama Perhutani Wahyu Kuncoro berterima kasih terhadap kontribusi semua pihak di Perhutani sepanjang tahun 2022 dan optimistis terhadap capaian tahun 2023.

"Kita mampu tumbuh 22 persen di tahun 2022, tak lepas dari kontribusi teman-teman semua. Pembangunan biomassa kita akan selesaikan tahun ini. Dari hasil diskusi dengan pasar kita, ada optimisme dan harapan terhadap produk-produk kita utamanya kayu di tahun ini. Harus terus naik, kita ditantang untuk terus tumbuh di tahun 2023," ujarnya.

Baca juga: PLN gandeng PTPN III-Perhutani cari pasokan biomassa untuk PLTU

Sementara itu Senior Advisor II Wakil Menteri 1 Kementerian BUMN Armendra Amen menilai bisnis biomassa dan NBS yang tengah digarap Perhutani dapat membantu negara dalam persiapan menghadapi tantangan di masa depan.

"Saat ini RKAP 2023, kami harapkan Perhutani dapat mencapai target kerja sesuai arahan pemegang saham dalam hal ini negara. Kita perkuat bisnis biomassa dan NBS di tahun ini. Kita juga akan perkuat sektor pangan untuk hadapi isu krisis pangan yang sedang kita antisipasi," ujarnya.

Baca juga: Perhutani optimalkan kawasan hutan untuk ketahanan pangan