Perhutani punya ruang kontrol digital untuk pantau pengelolaan hutan

Perusahaan Umum Kehutanan Negara atau biasa disingkat menjadi Perum Perhutani meluncurkan ruang kontrol sebagai bentuk implementasi proyek strategis Perhutani Digital Forest untuk memudahkan pemantauan dan pengendalian pengelolaan sumber daya hutan yang dimiliki perusahaan.

Ruang kontrol yang menerapkan teknologi digital itu berada di Divisi Regional Jawa Barat dan Banten, Divisi Regional Jawa Tengah, serta Divisi Regional Jawa Timur.

"Ini satu etape dari etape besar menyiapkan infrastruktur Perhutani, perjalanan ini masih panjang untuk sampai di output. Kami punya target hingga tingkat KPH dengan desain yang berbeda. Kami buat skenario prioritas untuk mempersiapkan infrastruktur ini,” kata Direktur SDM, Umum, dan IT Perhutani Denny Ermansyah dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Denny menjelaskan pembangunan ruang kontrol tersebut merupakan hasil sinergi BUMN antara Perhutani dengan PT Telkom Indonesia.

Ia berharap ruang kontrol itu dapat menjadi pusat data dan informasi berbagai kegiatan kerja di masing-masing divisi regional.

Denny juga menugaskan kepada seluruh kepala divisi regional untuk melakukan fungsi monitoring produksi dan keamanan sumber daya hutan melalui sistem terbaru yang kini dimiliki Perhutani memantau hasil produksi, seperti hasil hutan kayu dan hasil hutan bukan kayu.

“Diharapkan seluruh regional dapat menganalisis kebutuhan setelah adanya control room ini untuk menghasilkan output yang diharapkan utamanya secara finansial. Bayangan saya model bisnis ekonomi digital akan segera dibutuhkan dan jadi ekosistem besar, dan Perhutani harus siap,” ucapnya.

Beberapa fitur yang ditampilkan pada fasilitas ruang kontrol Perhutani, di antaranya dashboard bisnis sebagai performansi unit bisnis yang meliputi laba atau rugi, neraca dan arus kas; dashboard operasi meliputi persemaian, tanaman, pemeliharaan, pelindungan hutan, produksi, angkutan dan persediaan serta penjualan.

Kemudian, dashboard aset meliputi pemantauan visual maupun spasial kawasan hutan Perhutani, pemantauan bencana, hingga pemantauan aktivitas pabrik; serta aplikasi geospasial meliputi logistik, image processing (tree counting, cluster recognition, and trend analysis).

General Manager Segment Agriculture dan Forestry Divisi Enterprise Service Telkom Indonesia Andi Syahrudin mengatakan perusahaan-perusahaan pelat merah harus berkolaborasi dan mempersiapkan diri untuk menyambut sistem ekonomi digital.

"Menurut data dari perusahaan Google dan Microsoft, ekonomi digital di tahun 2030 akan naik 10 kali lipat dari saat ini. Harapan ke depan kami terus bersinergi memperkuat BUMN dan mendukung Perhutani agar berkelanjutan dan semakin bermanfaat untuk Indonesia,” kata Andi.

Baca juga: Perhutani gandeng Basel Institute tingkatkan kapabilitas antikorupsi
Baca juga: Perhutani raih penghargaan berkat pengelolaan hutan berkelanjutan