Perhutani siapkan 70 ribu hektare untuk hutan tanaman energi

·Bacaan 1 menit

Perum Perhutani berkomitmen mengoptimalkan peran perusahaan sebagai penyedia bahan baku bagi pembangkit listrik biomassa dengan menyiapkan 70.000 hektare lahan untuk hutan tanaman energi.

Direktur Utama Perhutani Wahyu Kuncoro mengatakan pihaknya saat ini memiliki sumber daya kawasan hutan seluas 3,7 hektare yang dapat dikembangkan menjadi hutan tanaman energi.

"Sampai tahun 2020 hutan tanaman energi yang telah terealisir tertanam di lapangan seluas 27.000 hektare dari rencana seluas 70.000 hektare," kata Wahyu Kuncoro dalam konferensi pers yang dipantau di Jakarta, Jumat.

Perhutani telah merintis bisnis berbasis biomassa hutan sejak tahun 2013 dengan melakukan uji coba penanaman tanaman energi seluas 2.000 hektare dan mulai mengembangkan bisnis biomassa pada tahun 2019 dengan menyiapkan klaster tanaman energi seluas 70 ribu hektare.

Pohon yang ditanam berjenis gamal dan kaliandra karena menghasilkan kadar kalori yang tinggi setara batu bara, sehingga cocok menjadi pengganti bahan bakar fosil untuk program co-firing pembangkit listrik tenaga uap.

Baca juga: Biomassa punya potensi yang menjanjikan untuk menghasilkan energi

Perhutani memproyeksikan klaster hutan tanaman energi dapat menghasilkan 20 juta ton biomassa dari total kebutuhan nasional sebanyak 9 juta ton biomassa per tahun.

Selain menyiapkan hutan tanaman energi, perusahaan pelat merah itu juga berencana membangun industri biomassa yang memproduksi wood pellet dan wood chip karena peluang pasar luas negeri yang menjanjikan untuk produk tersebut.

Perhutani juga telah memiliki sejumlah proyek strategis untuk mendukung program pemerintah dalam mencapai target bauran energi nasional, seperti mengalokasikan biomassa sebanyak 20.000 ton per tahun untuk PLTU Pelabuhan Ratu dan 85.000 ton biomassa per tahun untuk PLTU Rembang.

"Upaya ini kami harapkan bisa memberikan manfaat kepada semua pihak, terkhusus pemerintah yang nantinya akan meningkatkan baruan energi ke depan," ucap Wahyu Kuncoro.

Baca juga: 32 perusahaan siap kembangkan hutan tanaman energi

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel