Perilaku Gilang 'Bungkus' Ternyata Sudah Dicurigai Teman-temannya

Syahrul Ansyari, Dinia Adrianjara
·Bacaan 1 menit

VIVA - Perilaku mahasiswa Universitas Airlangga, Gilang, yang membungkus korbannya dengan kain jarik ternyata pernah dicurigai teman-teman di kampusnya. Badan Eksekutif Manusia (BEM) bersama fakultas tengah menghimpun data dari para pelapor dan korban dari Gilang.

Mahasiswa semester akhir Fakultas Ilmu Budaya Unair Surabaya, Gilang, kini menjadi perbincangan. Di kampus, Gilang cukup dikenal oleh para mahasiswa FIB jauh sebelum kasusnya mencuat.

Baca juga: Kasus Sex Fetish, Unair Terima 15 Laporan Diduga Korban

Ketua BEM FIB Unair, Adnan Guntur, mengatakan dari segi akademik baik, namun perilaku yang dianggap menyimpang dari Gilang sudah dicurigai mahasiswa sejak lama.

"Kemungkinan kalau secara akademis ya dia baik gitu. Cuma untuk perihal kepribadian ya teman-teman sepertinya sudah tahu apalagi seperti saya bilang tadi, teman-teman juga sudah sering menindak apalagi angkatannya sendiri," kata Adnan, dalam wawancara tvOne.

"Mungkin sekarang dari pihak kita, BEM khususnya, menghimpun data-data dari teman-teman pelapor dan juga sekarang dari pihak fakultas dan universitas sedang melakukan rapat juga dengan tim kode etik gitu," ujarnya.

Kasus Gilang viral setelah para korbannya mengunggah bukti foto dan video korban yang dibungkus dengan kain jarik mencuat di media sosial. Hingga saat ini, kepolisian bersama kampus masih mencari keberadaan Gilang.

Sebelumnya, Help Center Universitas Airlangga untuk kasus dugaan pelecehan akibat orientasi seksual menyimpang, yakni sex fetish yang dilakukan mahasiswa bernama Gilang, mengungkapkan sudah ada 15 laporan terkait kasus tersebut. Para pelapor yang mengaku korban itu diduga bukan hanya mahasiswa Unair.

Ketua Tim Help Center Universitas Airlangga, Liestianingsih Dwi Dayanti, mengatakan para pelapor itu menyampaikan apa yang telah dilakukan Gilang terhadap mereka. Mereka mengaku dihubungi melalui direct message (DM) di media sosial.

Seperti diketahui, Fetisisme (fetishism) ialah sebuah hasrat seksual terhadap suatu bagian tubuh atau benda. Penderitanya akan terangsang jika melihat, mendengar, merasa, atau berkhayal dengan benda atau bagian tubuh tertentu.