Perilaku Konsumen Bergeser, Media Sosial Jadi Andalan Cari Informasi

Lazuardhi Utama
·Bacaan 1 menit

VIVA – Pandemi COVID-19 masih membuat sebagian orang ragu untuk menjalankan aktivitasnya sehari-hari. Sudah satu tahun pandemi melanda Indonesia, sejak kasus pertama terkonfirmasi di Tanah Air pada awal Maret 2020.

Sejak saat itu pula pemerintah mulai memberikan instruksi untuk mengurangi kegiatan di luar rumah. Bahkan berbagai kebijakan pun diterapkan pemerintah guna menekan penyebaran COVID-19 di Indonesia. Misalnya pembatasan sosial berskala besar (PSBB), pembelajaran jarak jauh (PJJ), hingga bekerja dari rumah (work from home/WFH).

Baca: Jangan Coba-coba Pakai Subsidi Kuota Internet untuk Media Sosial

Alhasil, masyarakat Indonesia terpaksa harus mengalihkan kegiatan sehari-harinya dengan daring. Bukan hanya di Indonesia, pandemi yang merebak di seluruh penjuru dunia juga memaksa masyarakat dunia untuk menjalankan aktivitas sehari-harinya secara online.

Tak bisa dipungkiri, teknologi memainkan peranan penting untuk menjaga masyarakat tetap beraktivitas seperti sedia kala di masa pandemi COVID-19. Salah satu yang memaksimalkan teknologi untuk menjangkau konsumen yaitu industri properti.

Country Manager Rumah.com, Marine Novita, mengakui jika pandemi memiliki keraguan yang jumlahnya masih tinggi untuk mengunjungi langsung lokasi properti untuk mendapatkan informasi.

"Di sinilah para pelaku industri properti dituntut memaksimalkan teknologi, karena ada sejumlah pergeseran perilaku dari konsumen," kata dia, Rabu, 17 Maret 2021. Ia mengaku jika sebagian besar responden lebih banyak menggunakan media sosial dan portal properti untuk mencari informasi properti yang diincar.

Sebanyak 77 persen responden menggunakan platform media sosial, 42 persen responden melalui portal properti daring, 37 persen responden melalui blog atau artikel daring, dan 23 persen responden memanfaatkan tur virtual maupun video.

Kebutuhan untuk menjaga jarak atau social distancing dan pembatasan yang dilakukan oleh pemerintah, membuat banyak perusahaan menerapkan bekerja dari rumah atau WFH (work from home). "Karena itu, sekitar 53 persen responden mengaku terpikir untuk mencari hunian di luar wilayah Jabodetabek," ungkap Marine.