Peringatan Astronot Tentang Bumi Dilihat dari Luar Angkasa

Lazuardhi Utama, Novina Putri Bestari

VIVA – Banyak astronot pulang pergi ke luar angkasa dalam waktu yang lama. Terakhir, adalah dua astronot Badan Penerbangan dan Antariksa atau NASA, Bob Behnken dan Doug Hurley, yang meninggalkan Bumi menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada pekan lalu.

Lantas, bagaimana perasaan para astronot saat memandang Bumi dari luar angkasa? Behnken menggambarkan jika Bumi adalah tempat semua manusia menghadapi semua hal secara bersama.

"Anda melihat satu planet dengan atmosfer bersama. Itu adalah tempat kita bersama di semesta ini. Jadi perspektif saya, kita melalui hal-hal seperti pandemi atau melihat tantangan di seluruh negara kita atau di seluruh dunia, kita sadar jika kita melaluinya bersama," kata Behnken, dikutip laman Science Alert, Minggu, 7 Juni 2020.

Mantan astronot NASA Joseph P.Allen menyatakan kepuasannya bisa memandang Bumi dari luar angkasa. Dia yang telah dua kali pergi, mengatakan jika setiap melihat planet ini tidak pernah ada yang sama.

"Anda tidak pernah melihat hal yang sama setiap mengorbit. Ada jalur tanah yang berbeda setiap kali. Waktu yang berbeda, awan berbeda, pola awan yang menunjukkan warna yang berbeda, Laut yang berbeda, debu diatas padang pasir yang berbeda. Tidak pernah berulang," ungkap Allen.

Astronot Kathryn D. Sullivan mengatakan hal yang sama. Menurutnya sangat sulit menggambarkan bagaimana takjub dan ajaib pengalamannnya. Ia mengatakan Bumi sangat indah termasuk keanekaragaman yang ada di dalamnya. Menurutnya tidak ada pelatihan sebelumnya untuk mempersiapkan melihat pemandangan menakjubkan itu.

Astronot lainnya Nicole Scott juga mengungkapkan jika mereka mengubah kerangka berpikir saat melihat pemandangan ini. Ia mengaku bahwa manusia memiliki hubungan dengan tempat tinggalnya tersebut. Scott telah mengikuti dua misi ke luar angkasa di mana ia menghabiskan total 100 hari di ruang angkasa.

"Anda melihat perbedaan secara umum orang merespon saat kembali dari luar angkasa. Tapi saya pikir, secara kolektif, semua orang memiliki ingatan yang terpatri dalam otaknya, cara melihat planet ini. Anda tidak bisa menganggapnya enteng," ungkap Scott.