Peringatan HUT RI di Paris Berlangsung Hikmat

London (ANTARA) - Peringatan HUT ke-67 Proklamasi Kemerdekaan RI di berbagai negara di Eropa, khususnya di Paris dan Rumania, berlangsung dengan suasana hikmat dan meriah bertepatan dengan bulan suci Ramadhan.

Di Paris peringatan HUT ke-67 Proklamsi Kemerdekaan RI bertema "Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, Kita Bekerja Keras untuk Kemajuan Bersama, Kita Tingkatkan Pemerataan Hasil-hasil Pembangunan untuk Keadilan Sosial Bagi Seluruh Indonesia".

Minister Counsellor KBRI Arifi Saiman kepada ANTARA London, Jumat mengatakan, upacara bendera berlangsung di halaman Wisma Duta KBRI Paris diikuti pejabat dan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) serta mahasiswa dan warga masyarakat Indonesia di Paris serta pejabat ITPC Lyon dan pengurus PPI Lyon.

Pada upacara bendara tahun ini, bertindak sebagai Inspektur Upacara Dubes Rezlan Ishar Jenie dan Komandan Upacara Atase Pertahanan KBRI Paris Kol. Pnb Erwin Buana Utama.

Teks Ploklamasi dibacakan Dewatapri Unesco Prof. Dr. Carmadi Machbub dan Teks Pembukaan UUD 1945 dibacakan Atdikbud KBRI Paris Prof. Dr. Syafsir Akhlus.

Kegiatan upacara bendera juga dimeriahkan dengan aubade lagu-lagu nasional di bawah arahan Charles F. Hutapea dengan konduktor Lydia Andromeda terdiri atas anak-anak yang membawakan beberapa lagu perjuangan seperti lagu Garuda Pancasila.


Dubes Rezlan Ishar Jenie, antara lain menyampaikan bahwa tema upacara tahun ini yang menekankan arti penting tekad kerja keras bagi kemajuan bersama dan pemerataan hasil-hasil pembangunan.

Hal ini sangat relevan dengan situasi dan kondisi yang tengah dihadapi bangsa Indonesia di tengah-tengah perekonomian dunia yang fluktuatif sebagai dampak krisis global dewasa ini.

Atas berkat semangat kerja keras segenap elemen bangsa, Indonesia berhasil menjaga tingkat pertumbuhan ekonomi nasionalnya pada tingkat pertumbuhan yang positif. Semester pertama 2012 pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada kisaran di atas enam persen.

Momentum perayaan HUT RI ke-67 tahun ini diisi dengan penyelenggaraan aneka kegiatan lomba/pertandingan baik untuk kategori peserta dewasa maupun peserta anak-anak.

Kegiatan-kegiatan yang diperlombakan atau dipertandingkan meliputi bulu tangkis, tenis meja, bowling, golf, gaple, serta lomba makan kerupuk, memasukkan pensil kedalam botol, dan memukul kantong air dengan mata tertutup.

Khusus untuk pertandingan golf, kegiatan ini juga diikuti oleh kalangan pejabat diplomatik negara-negara ASEAN. Bahkan, tampil sebagai pemenang pertama pada pertandingan golf ini adalah H.E. Dato Paduka Zainidi Sidup dari Kedutaan Besar Brunei Darussalam.


Rumania


Sementara itu di Rumania, upacara HUT Ke-67 Kemerdekaan RI diperingati di Bucharest, dengan para warga negara Indonesia yang tinggal di Rumania maupun di Republik Moldova antusias mengikuti Upacara Pengibaran Bendera yang diadakan di halaman Kedutaan Besar Republik Indonesia, dipimpin Dubes ibu Marianna Sutadi.

Pensosbud KBRI Bucharest, Y. Richard S. Bharata kepada ANTARA mengatakan walaupun sebagian besar peserta upacara masih dalam rangka menunaikan kewajiban berpuasa, semangat cinta negara dan tanah air tetap melekat di hati sanubari.

Musim panas yang panjang di Rumania memaksa jumlah waktu berpuasa menjadi rata-rata sekitar 14-15 jam perhari. Jumlah WNI yang bertinggal tetap di Rumania dan Republik Moldova sekitar 100 orang.

Meskipun demikian banyak warga Indonesia yang berkunjung baik dalam rangka pertukaran pelajar/mahasiswa maupun pelatihan bersama di berbagai bidang pendidikan dan olah raga. Keunggulan Rumania di bidang Gymnastic sudah terbukti di kancah internasional.(ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.