Peringatan Iran soroti keberadaan ribuan tentara Eropa

Dubai, Uni Emirat Arab (AP) - Peringatan yang dikeluarkan presiden Iran, bahwa pasukan Eropa di Timur Tengah bisa menghadapi risiko jika negara-negara mereka bergabung dengan gerakan untuk menekan Republik Islam, membuat ribuan tentara asing di kawasan menjadi pusat perhatian.

Inggris, Prancis, dan Jerman telah berbulan-bulan menjalankan upaya untuk menjaga penerapan perjanjian nuklir 2015 setelah Presiden Donald Trump secara sepihak menarik Amerika Serikat dari perjanjian itu pada 2018.

Namun pada Selasa, Uni Eropa memprakarsai mekanisme penyelesaian masalah untuk membawa Iran kembali mematuhi perjanjian itu. Teheran pada musim panas lalu secara terbuka mulai melanggar beberapa larangan.

Iran mengatakan pihaknya sudah tidak perlu lagi mengikatkan diri dengan perjanjian tersebut karena AS menerapkan kembali serangkaian sanksi yang membuatnya lumpuh.

Setelah AS melancarkan serangan di Irak hingga menewaskan jenderal utama Iran, Teheran membalasnya dengan menembakkan rudal-rudal balistik ke arah pasukan AS yang berada di Irak. Serangan rudal tersebut tidak menimbulkan korban.

"Hari ini, tentara Amerika ada dalam bahaya, besok mungkin tentara Eropa yang ada dalam bahaya," kata Presiden Hassan Rouhani selama sidang Kabinet, tanpa menjelaskan lebih jauh.

Negara-negara Eropa menempatkan tentara mereka di Afghanistan, Irak dan negara-negara lainnya di Timur Tengah. Di kawasan itu, sebagian besar dari mereka beroperasi bersama tentara AS, yang jumlahnya jauh lebih banyak. Iran sendiri bersekutu dengan kelompok-kelompok kuat bersenjata di Irak, Suriah, Lebanon dan Yaman.

Keberadaan militer Eropa:

IRAK

Inggris, Prancis dan Jerman sama-sama menjadi bagian dari koalisi pimpinan AS untuk memerangi kelompok ISIS. Di Irak, Inggris punya 400 tentara sementara prajurit Jerman berjumlah hampir 450 orang.Mereka ditugaskan untuk memerangi ISIS serta melatih pasukan Irak. Jerman "untuk sementara" menarik 35 tentara dari pasukannya di Irak sejak Jenderal Iran Qassem Soleimani dibunuh pada 3 Januari dengan pesawat nirawak AS. Sebagian besar dari mereka yang ditarik itu diterbangkan ke Yordania.

Di Yordania, Jerman juga punya pasukan yang terlibat menjalankan misi pengintaian dan pengisian bahan bakar bagi pesawat koalisi anti-ISIS.

Prancis punya sekitar 1.000 personel pasukan untuk membantu memerangi ISIS di Irak dan Suriah.

Uni Eropa, sebagai kelompok kawasan, memiliki puluhan personel di Baghdad yang bekerja untuk reformasi sektor keamanan serta sebagai penasihat bagi Kementerian Dalam Negeri. Juru bicara Komisi Eropa Peter Stano mengatakan para pejabat sadar soal ancaman tersebut, tapi "kami, sebagai Uni Eropa, tidak akan meninggalkan Irak."

------

TELUK

Inggris mengoperasikan sebuah pangkalan angkatan laut di Bahrain yang dapat menampung hingga 500 personel militer Inggris serta memusatkan misi pada keamanan maritim. Inggris juga punya pangkalan latihan bersama di Oman. Prancis memiliki pangkalan angkatan laut, yang dikenal sebagai Kamp Perdamaian di Pelabuhan Zayed di Abu Dhabi, yang ditempati oleh sekitar 700 tentara. Inggris dan Prancis juga menempatkan pasukannya di pangkalan-pangkalan AS di kawasan itu.

------

AFGHANISTAN

Misi NATO di Afghanistan terdiri dari sekitar 17.000 tentara dari 39 negara sekutu dan mitra. Persekutuan itu secara resmi menyelesaikan misi mereka pada akhir 2014 serta memberikan saran dan pelatihan bagi pasukan Afghanistan. Inggris punya hampir 1.000 tentara di Afghanistan dan Jerman sekitar 1.100 personel.

-------

LEBANON

Beberapa negara Eropa menyumbangkan pasukan mereka kepada misi penjaga perdamaian PBB di Lebanon selatan. Misi tersebut berpatroli di perbatasan menegangkan antara Israel dan kelompok militan Hizbullah dukungan Iran. Prancis menyumbang sekitar 700 tentara. Jerman menugaskan lebih dari 100 pasukan untuk bergabung dengan misi maritim penjaga perdamaian.

-------

Penulis Associated Press Lorne Cook di Brussel dan Geir Moulson di Berlin berkontribusi.