Peringatan WHO: Kasus Infeksi & Kematian Terus Melonjak karena Varian Baru Covid-19

Merdeka.com - Merdeka.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak pemerintah dan sistem kesehatan mengambil langkah-langkah untuk menghentikan penularan Covid-19 setelah gelombang baru infeksi Covid terjadi di Eropa dan Amerika Serikat (AS).

Dirjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan, subvarian Omicron meningkatkan jumlah kasus dan menyebabkan lonjakan kematian. Dalam pemaparannya di Jenewa pada Selasa, Tedros merekomendasikan agar protokol kesehatan ditegakkan kembali seperti memakai masker untuk menghentikan penyebaran virus.

"Gelombang baru virus menunjukkan bahwa Covid-19 belum berakhir," ujarnya, dikutip dari laman TIME, Kamis (14/7).

Eropa merupakan pusat gelombang baru kasus Covid yang disebabkan subvarian Omicron BA.4 dan BA.5, yang dipicu kegiatan kumpul-kumpul yang dihadiri banyak orang dan orang-orang mulai bepergian setelah dua tahun tinggal di rumah.

Di Inggris, diperkirakan 2,1 juta orang atau satu dari 25 orang dites positif Covid-19 pada pekan terakhir Juni, menurut Kantor Statistik Nasional. Orang bisa terinfeksi walaupun mereka sebelumnya pernah terinfeksi Covid, tapi vaksinasi bisa membantu melindungi dari penyakit parah.

WHO khawatir walaupun kasus naik, pengamatan virus dan potensi varian baru menurun.

Tedros mengatakan komite WHO menegaskan kembali bahwa Covid-19 tetap menjadi darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional — cara WHO mengklasifikasikan pandemi. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel