Peringatan OECD untuk Jepang

  • Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    TRIBUNnews.com
    Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    TRIBUNNEWS.COM - Sebagian besar uang gaji suami dikelola istri. Sialnya, mayoritas wanita tak punya pengetahuan pengelolaan keuangan yang bagus. …

  • Dahlan pasrah rencana penyerahan BTN ke Mandiri 'digagalkan' S …

    Dahlan pasrah rencana penyerahan BTN ke Mandiri 'digagalkan' S …

    Merdeka.com
    Dahlan pasrah rencana penyerahan BTN ke Mandiri 'digagalkan' S …

    MERDEKA.COM. Menteri BUMN Dahlan Iskan menyayangkan keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menginstruksikan untuk menunda rencana pelepasan saham pemerintah di Bank Tabungan Negara (BTN) untuk kemudian dialihkan ke Bank Mandiri. …

  • AP II ingin hadirkan kebun binatang di bandara Jambi

    AP II ingin hadirkan kebun binatang di bandara Jambi

    Merdeka.com
    AP II ingin hadirkan kebun binatang di bandara Jambi

    MERDEKA.COM. PT Angkasa Pura II bersiap mengembangkan bandar udara berkonsep kebun binatang di Sultan Thaha Syaifuddin, Jambi. Kementerian Perhubungan langsung mengkaji rencana itu, karena berkaitan dengan keselamatan penerbangan.Menteri Perhubungan Evert Erenst Mangindaan mengaku baru mendengar proposal AP II itu. Dia mempersilakan operator bandara berkreasi dengan konsep layanan penerbangan, asal keamanan terjamin. ... …

PLASADANA.COM - Organisasi kerja sama ekonomi dan pembangunan (OECD) mengingatkan bahaya utang Jepang yang berpotensi menghambat upaya pemerintahnya mengembalikan kondisi ekonomi yang stagnan.

Saat ini, kata Sekjen OECD, Angel Gurria, Perdana Menteri Shinzo Abe berupaya mendorong pertumbuhan dengan stimulus fiskal dan moneter yang sangat agresif. Ini kebijakan yang sangat berani.

Namun dia mengingatkan bahwa kebijakan seperti itu mesti diimbangi dengan cetak biru yang matang. Sehingga, keuangan negara juga masih bisa terjaga dengan baik alias aman.

Pernyataan ini disampaikan saat kunjungan Gurria ke Jepang, terkait dengan evaluasi tahunan negara anggota. Pada kesempatan itu, Guria mengingatkan agar Jepang menurunkan rasio utang terhadap GDP yang saat ini sekitar 240 persen.

"Ketika Anda berada pada level seperti ini, stimulus fiskal harus dihitung betul," tutur Gurria, dalam wawancara dengan Financial Times. "Memang, untuk mengatasi utang ituperlu pertumbuhan. Ini jadi semacam aksi keseimbangan (mudah tergelincir)."

Kebijakan pemerintah Jepang yang saat ini begitu ekspansif, merupakan "revolusi" Perdana Menteri Shinzo Abe, setelah selama 15 tahun negaranya dalam kondisi deflasi. Ekonomi dalam situasi mapan, stagnan.

Kini, pertumbuhan digenjot terus, salah satunya lewat stimulus moneter yang membuat nilai tukar yen melemah. Namun eksportir dapat berkah, sehingga pendapatan nasionalnya bisa tumbuh.

Namun dalam catatan OECD, sepanjang 20 tahun terakhir, pertumbuhan utangnya lebih cepat ketimbang pertumbuhan ekonomi. "Hampir tak ada jeda."

Penulis: Nur Cahyo

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...