Peringatan Tsunami di Maluku Berakhir, BMKG Minta Warga Beraktivitas Normal

Merdeka.com - Merdeka.com - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati meminta warga Maluku kembali beraktivitas normal. Permintaan ini setelah BMKG menyatakan peringatan dini tsunami imbas gempa bumi magnitudo 7,5 berakhir.

"Mengingat peringatan dini tsunami telah berakhir, masyarakat di wilayah pesisir diimbau dapat beraktivitas kembali normal seperti biasa," ujar Dwikorita dalam konferensi pers, Selasa (10/12).

Dia meminta warga Maluku tetap tenang dan tidak terpengaruh isu hoaks atau bohong. Masyarakat juga diimbau menghindari bangunan rusak atau retak akibat gempa.

"Mohon periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum Anda kembali ke dalam rumah," imbuhnya.

Gempa Maluku

Wilayah Pantai Utara Maluku Barat Daya, Maluku, diguncang gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,5 pada Selasa, 10 Januari 2023 pukul 00.47 WIB. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7,37° LS ; 130,23° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 136 Km arah BaratLaut Maluku Tenggara Barat, Maluku pada kedalaman 130 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis menengah akibat adanya aktivitas subduksi Laut Banda. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Saumlaki dengan skala intensitas V MMI (getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun). Daerah Dobo, Tiakur IV MMI (pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi).

Kemudian di daerah Sorong, Kaimana, Alor, Waingapu, Waijelu, Lembata dengan skala intensitas III-IV MMI (bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah). Daerah Kairatu, Merauke, Nabire, Tanah Merah, Wamena, Bakunase, Kolhua, Sabu, Rote, Ende, Amarasi Selatan, Kota Kupang dengan skala intensitas II-III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan akan truk berlalu). Daerah Ambon dan Piru II MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

Peringatan Tsunami

BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami usai Maluku diguncang gempa magnitudo 7,5. Namun pada pukul 3.43 WIB, BMKG mencabut peringatan tersebut.

Dwikorita mengatakan, peringatan tsunami diakhiri setelah BMKG melakukan observasi terhadap kenaikan muka air laut atau observasi tsunami pada empat titik di Maluku. Empat titik tersebut adalah Pulau Sera, Adaut, Lirang, dan di Larat.

Hasil observasi menunjukkan, anomali atau perubahan tinggi muka air laut yang terjadi tidak signifikan.

“Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan pengakhiran peringatan dini tsunami kurang lebih dua jam setelah perkiraaan waktu datangnya tsunami. Jadi pengakhiran dini tsunami bukan dicabut, bukan dibatalkan, tapi diakhiri,” kata Dwikorita. [tin]